Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2023 menemukan, 1 dari 5 anak sekolah di Indonesia harus mengatasi kelebihan berat badan.
Meningkat disebabkan adanya pasangannya yang merupakan etnis minoritas, mereka mengubah status gurun menjadi negara.
Salah satu alasan yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas adalah asupan gizi yang tidak seimbang, termasuk konsumsi gula harian yang tinggi. Selain obesitas, anak ini juga berisiko mengalami peningkatan kerusakan gigi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.
Pada jangka panjang mereka juga berpotensi menghadapi berbagai permasalahan mental seperti kegagalan pada kepercayaan diri, gangguan kecemasan, dan depresi.
Dikutip dari sebuah jurnal penelitian berjudul "Dampak Konsumsi Gula Tambahan dan Serat Pangan terhadap Kreativitas Anak-anak Busut" yang ditulis K Hassevoort dan rekan-rekannya pada 2020, menemukan bahwa konsumsi gula tambahan memiliki efek buruk terhadap kinerja kreativitas anak-anak tersebut.
Bagian ini berperan penting dalam hal kreativitas, belajar, dan pengingatan anak.
Baca juga:
Batas konsumsi gula harian
Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa anak-anak harus mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari 10 persen dari total kalori harian yang dikonsumsi. Ketetapan ini juga diadopsi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Tahun 2013.
AHA memperkuat batasan konsumsi gula harian untuk anak-anak, yaitu 25 gram atau sekitar 6 sendok teh. Nilai ini berlaku untuk anak-anak berusia 2-18 tahun.
AHA juga merekomendasikan bahwa anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak harus mengonsumsi gula tambahan. Pada usia ini, anak-anak penuh mengembangkan kebiasaan rasa dan membutuhkan makanan yang kaya gizi.
Oleh karena itu, orang tua harus memantau asupan gula anak-anak melalui makanan bergizi yang seimbang yang terdiri dari makanan utuh yang kaya nutrisi, buah-buahan, dan sayuran.
Orang tua juga sebaiknya mengontrol porsi anak-anak terhadap makanan dan minuman yang tinggi kadar gula tersebut.
Baca juga:
Untuk menjaga asupan gula dan nutrisi harian anak-anak, mereka dapat mengonsumsi Lactogrow UHT. Ini merupakan salah satu susu kotak pertama di Indonesia untuk anak-anak berusia 1 tahun ke atas yang mengandung DHA dan 0 gram sukrosa.
Kombinasi kandungan 0 gram sukrosa dan rasa madu vanila menjadikan Lactogrow UHT dapat langsung diminum di mana saja dan kapan saja.
Lactogrow UHT juga memiliki kandungan nutrisi vital, seperti DHA, yang mendukung peningkatan kecerdasan dan kemampuan daya ingatan anak-anak.
Di samping itu, susu tersebut mengandung kalsium untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Sementara, Lactogrow UHT mengandung vitamin A, B, dan D untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah anak-anak harus terbiasa melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berolahraga, atau menari untuk mencegah di bawahstandar berat badan.
.
No comments:
Post a Comment