- Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump tampaknya ingin melebarkan kaki Amerika Serikat dengan menaklukkan beberapa negara lain.
Minggu (22/12/2024), Donald Trump mengatakan dia mungkin bisa menjadikan Kanada sebagai salah satu negara bagian Amerika Serikat ke-51.
Dia pun mengancam akan mengambil alih Terusan Panama, yang telah dikendalikan oleh warga Panama selama empat puluh tahun.
Donald Trump pernah menyampaikan tujuannya untuk memperoleh Greenland selama masa jabatannya yang pertama.
Lalu, apa alasan yang membuat Trump mengaku ingin mengambil kekuasaan atas wilayah Kanada, Panama, dan Greenland?
Baca juga:
Kanada negara bagian AS
Kanada merupakan salah satu negara mitra strategis Amerika Serikat, tapi Donald Trump mengancang bajakan dengan mengatakan bahwa Kanada akan menjadi bagian ke-51 dari AS dan menghina Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dengan julukan "Gubernur".
Senin (07/01/2029), Menteri Keamanan Publik Kanada, Dominic LeBlanc menyebut Trump membuat klaim atas pernyataan tersebut dengan nada bercanda.
Gerald Butts, mantan penasihat utama Trudeau, mengatakan bahwa Trump sering menggunakan istilah "Negara Bagian ke-51" untuk mengacu pada Perdana Menteri Kanada tersebut selama masa jabatannya pertama.
Meskipun begitu, ahli percaya bahwa komentar Trump membuat AS memenangkan konsesi perdagangan atau perbatasan lebih ketat dengan Kanada.
Saat ini pemerintahan Trudeau mungkin kehilangan keseimbangan dunia politik Kanada yang sedang berada di ketinggian terbalik.
Pernyataan itu dia lontarkan ketika dia mengancam akan mewajibkan pajak hingga 25 persen atas semua produk yang ke AS dari Kanada dan Meksiko, kecuali keduanya mencegah aliran imigran dan narkoba.
Pemimpin terpilih Kanada, Trudeau, telah bertemu dengan bakal Presiden AS, Trump, untuk mencegah diperkenalkannya tarif pajak dan membuktikan perbatasan Kanada lebih kuat daripada Meksiko.
Baca juga:
Presiden Trump mengungakan seanglai persediaan untuk mengambil alih kontrol atas Terusan Panama
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga mengajukan usulan untuk mengambil alih Kepulauan Panama yang mengendalikan jalur terusan tersebut selama beberapa dekade.
Presiden AS tersebut di luar negeri berdalih bahwa tarif yang menarik pemakaian terusan itu rangkapannya.
Dia juga menyoroti pengaruh yang semakin kuat China di wilayah itu.
“Jika prinsip maupun normanya tidak diikuti, maka kami akan meminta kembalikannya ke Amerika Serikat secara sempurna, dengan cepat, dan tanpa()}}
pertanyaanapaan,” pintanya.
Selasa, Terusan Panama adalah saluran buatan sumber ketiga segaris dengan panjang 82 km yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik lewat Amerika Tengah, yang jalur garis nya lewat Panama.
Adanya jalur ini memungkinkan kapal melakukan perjalanan yang lebih singkat
Terusan Panama dibangun oleh Amerika Serikat (AS) dan diresmikan pada tahun 1914. AS secara langsung mengelola terusan ini sampai perjanjian tahun 1977 menentukan waktu penyerahannya kepada Panama.
Selanjutnya, terusan ini dioperasikan oleh kedua negara tersebut sampai kemudian Panama mengambil control penuhnya pada tahun 1999.
Panama menetapkan harga melalui tiket harga ini berdasarkan kebutuhan dan permintaan. Tarifnya bergantung pada kapasitas muatan kapal.
China menjadi negara pengguna utamanya diikuti oleh AS.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meminta Panama kembali terusan tersebut kepada AS dibandingkan dengan membiarkannya di bawah pengelolaan Panama, sebelumnya.
Presiden Panama, José Raúl Mulino menanggapi pernyataan Trump dengan menyatakan tegang "setiap meter persegi dari jalan air itu milik Panama dan akan terus menjadi milik Panama."
Baca juga:
Trump ancam kuasai Greenland
Pulau yang paling besar di dunia adalah Greenland. Daerah wilayahnya di antara Samudera Atlantik dan Arktika adalah 80 persen di penutupi es.
Wilayah ini mendapat pemerintahan sendiri dari Denmark pada tahun 1979.
Pulau ini digunakan sebagai pangkalan militer Amerika Serikat, tetapi...
Greenland dikenal sebagai negara kaya akan sumber daya alam, termasuk emas, perak, tembaga, dan minyak.
Pulau ini juga merupakan rute penting yang memberikan akses ke Kutub Utara.
Dalam masa jabatan pertamanya, Presiden Trump telah memiliki minat untuk mengincar kawasan Greenland.
Pada saat itu, dia ingin membeli pulau Greenland dari Denmark yang berkuasa atasnya.
Ia kemudian membatalkan kunjungan pada 2019 ke Denmark setelah tawarannya untuk membeli Greenland ditolak, namun serangkai tindakan ini tidak menimbulkan hasil.
Kepala Pemerintahan Wilayah Otodidak Denmark, Mute Egede, yang juga Perdana Menteri Wilayah tersebut menyatakan, "Greenland adalah harta benda kami. Kami tidak menjualnya dan tidak akan pernah menjualnya."
Dalam mengumumkan nama duta besar AS untuk Denmark, Ken Howery, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa negaranya masih tertarik mengakuisisi Greenland. Meski Denmark tidak tertarik menjual wilayahnya tersebut.
"Ini benar-benar Amerika, predikat ini cukup menggambarkan misioner pendirian Kongres," kata salah satu anggota Kongres mengenai Golongan Palestina.
Kementerian Perdana Menteri Denmark hanya menyampaikan bahwa pemerintah mereka "menanti sambutan barunya sebagai Duta Besar Amerika".
Pemerintah Denmark berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan Amerika Serikat yang baru.
Baca juga:
modern
.
Mengacu pada gagasan abad ke-19 di Amerika Serikat yang percaya bahwa penduduk Amerika memiliki tugas untuk memperluas wilayah ke arah barat melewati daratan benua Amerika Utara.
Ucapan Trump dianggap terkait dengan visi AS untuk memperluas pengaruhnya di luar negeri. Kata-kata tersebut juga dianggap sebagai upaya mendorong semangat pendukungnya.
Meskipun demikian, keinginan Trump masih dianggap sebagai ancaman. Para pemimpin internasional menentang keras rencana akuisisi Trump.
Pemerintah Greenland, Denmark, dan Panama juga menolak gagasan tersebut dan menegaskan kembali martabat kedaulatan mereka.
No comments:
Post a Comment