Friday, 27 December 2024

Adulting is Hard! 7 Hal yang Harus Dipaksakan untuk Kebaikan Masa Depan

Semakin kita dewasa, semakin terasa betapa ironisnya iklan Dancow dengan slogannya "Tumbuh dewasa itu enak kan!" yang tampaknya telah menipu kita selama bertahun-tahun.

Kenyataannya, di usia dewasa ini tidak hanya tentang kebebasan semata, sebaliknya, lebih dari itu, Anda harus pandai mengambil keputusan, bertanggung jawab atas setiap langkah keputusan Anda, menghadapi tantangan hidup, beserta terus berhadapan dengan ketidakpastian yang sungguh tak pernah berhenti berlalu.

Begitulah, kita tidak bisa berhenti hidup seperti lagu Yura yang menyanyikan, "khawatir dewasa, khawatir kecewa." Hidup dewasa sering membuat kita merasa lelah dan tersesat di tengah-tengah realitas yang jauh dari perkiraan kita.

Tapi di tengah ketidakpastian itu, ada 7 hal yang perlu dilakukan mulai sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk memulai demi masa depan yang lebih cerah dan penyesalan bisa diminimalisir, sehingga suatu saat, kita bisa bilang "Aku bisa..."

1. Menjaga Kesehatan

Seperti diketahui bersama, kenikmatan makanan dapat penuh rasanya jika orang yang menyantapnya dalam kondisi sehat, karena kebugaran tubuh adalah fondasi utama untuk mencapai tujuan dan kehidupan yang berkelanjutan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tidak menular berulang seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung telah meningkat pesat pada usia muda dikarenakan gaya hidup yang tidak seimbang.

Karena itu, mengikuti gaya hidup sehat sangatlah tepat, dari gaya makan yang seimbang, latihan fisik yang teratur, tidur yang cukup, hingga mengelola stres yang baik. Penelitian juga menunjukkan bahwa memprioritaskan kesehatan dapat membuat kita lebih lama hidup dan meningkatkan kualitas hidup.

2. Berpikir Positif

Menerima gagasan bahwa memiliki niat baik di saat genting adalah sangat menekan dan seringkali dianggap sebagai kebijaksanaan yang berlebihan. Namun, berpikir terus-menerus tentang hal buruk akan membuat hidup semakin kacau dalam waktu yang lama.

Benar bahwa pikiran negatif memiliki dampak besar pada kesehatan mental, dan jika tidak ditangani, dapat merusak kesehatan fisik secara perlahan.

Martin Seligman, seorang psikolog yang dikenal sebagai pengembang psikologi positif, mengatakan bahwa orang yang mampu berpikir positif dan mengalokasikan energi mereka pada hal-hal yang dapat dikendalikan cenderung lebih bahagia dan sukses.

Selain itu, sebuah penelitian oleh Harvard Health Publishing menunjukkan bahwa orang yang memiliki pikiran positif memiliki risiko lebih rendah kemungkinan mengalami penyakit jantung dan memiliki harapan hidup lebih lama.

Dalam menghadapi kehidupan yang penuh tantangan dewasa ini, subjek yang positif dapat membantu seseorang tetap fokus pada pencerahan, bukan masalah, seperti yang diungkapkan seseorang dengan kalimat: "Oleh karenanya, pikiran yang optimis dapat membantu seseorang tetap fokus pada solusi, bukan masalah."

3. Mengatur Prioritas

Kalimat "dewasa bukan soal usia" sering terasa relevan ketika perbedaan mencolok terlihat antara mereka yang telah cukup tua usianya, tetapi belum mampu menentukan prioritas hidupnya dengan baik, dibandingkan dengan yang lebih muda dan sudah berhasil mengatur hidupnya dengan bijaksana.

Menetapkan prioritas adalah keterampilan penting yang menunjukkan derajat kebijaksanaan seseorang, tidak peduli usianya. Stephen Covey, dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, menekankan pentingnya membedakan antara hal yang mendesak dan hal yang penting.

Pentingnya memberikan prioritas pada hal-hal yang memiliki dampak yang berkelanjutan, seperti mencapai kemajuan dalam perkembangan diri, menjaga kesehatan, serta memperkuat hubungan yang harmonis dengan orang lain.

Dengan menentukan keutamaan yang tepat, kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih efektif, fokus pada kegiatan yang sungguh bermakna, tanpa terjebak dalam kegiatan yang hanya mengorbankan waktu dan energi tanpa memberikan manfaat jangka panjang.


Keempat, Mengatasi Rasa Takut dan Malas
4. Mengatasi Takut dan Rasa Malas

Kebanyakan kegagalan, sekitar 8 dari 10, sering kali disebabkan oleh rasa takut untuk menghadapi tantangan dan mengambil keputusan serta rasa malas untuk memulai atau konsisten terus melakukan sesuatu yang sudah dimulai.

Kesenikan yang terbentuk dari ketakutan memanfaatkan kemampuan merupakan hal yang umum. Di sisi lain, rasa lelah akan bekerja justru menjadi sumber kemunduran bagi produktivitas. Ini karena kecenderungan untuk terus menunda hal-hal yang sangat penting.

Menurut Psychology Today, mengatasi ketakutan dan kelesuan memerlukan disiplin diri dan pendekatan berpikir yang rasional. Salah satu strategi efektif untuk melawan kedua halangan tersebut adalah dengan membangun kebiasaan positif yang kecil, seperti membuat daftar tugas harian (to-do list) atau menetapkan target mingguan.

Dengan langkah kecil-kecil, kita bisa selalu menjaga momentum dan melatih diri untuk tetap produktif, tidak peduli adanya rasa takut atau malas.

5. Memperbaiki Kualitas Ibadah

Banyak orang mendapatkan kekuatan spiritualitas atau agama untuk menghadapi kehidupan dengan kuat. Beribadah tidak hanya ritual rutin, tetapi juga refleksi diri dan upaya untuk mendekatkan diri dengan sesuatu yang lebih abadi dari diri sendiri.

Menurut hasil survei Pew Research Center di Amerika Serikat, yang melibatkan lepasnya 20 negara, terungkap bahwa ada hubungan yang sangat dekat antara agama dan kebahagiaan seseorang.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang memiliki kehidupan spiritual yang kuat cenderung merasa lebih bahagia dan mengalami tingkat kecemasan yang lebih rendah.

Sebagai contoh, di Australia, 45% dari orang dewasa yang beragama aktif menyatakan bahwa mereka merasa sangat bahagia, sedangkan hanya 32% dari mereka yang tidak beragama aktif dan 33% dari mereka yang tidak terkait dengan agama mana pun menyatakan hal yang sama.

Bahkan, meningkatkan kualitas ibadah juga berarti mempereratkan koneksi dengan Allah, yang sering membuahkan keheningan jiwa. Hubungan spiritual yang lebih baik membantu menghadapi masa-masa sulit dengan lebih tenang dan penuh kepercayaan diri.

6. Mendayagunakan Hubungan Keluarga dan Pertemanan Sehat

Orang dewasa seringkali dianggap mengalami kesepian, tetapi memang benar bahwa orang-orang datang dan pergi. Namun, hubungan yang sehat, baik dengan keluarga maupun teman, yang baik adalah salah satu faktor penentu kesehatan mental dan emosional seseorang.

Meskipun demikian, tidak semua hubungan patut dipertahankan. Kadang-kadang, perlu untuk memutus pertemanan yang merusak, terutama jika hubungan tersebut menghalangi pertumbuhan pribadi dan kelanjutan kedewasaan kita.

Studi dari Harvard Study of Adult Development, yang telah berlangsung lebih dari 80 tahun, menemukan bahwa individu dengan ikatan sosial yang baik cenderung lebih sehat, bahagia, dan memiliki harapan hidup yang lebih lama. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga ikatan yang positif dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari.

Memiliki komunikasi yang baik serta menjalin hubungan dengan orang-orang positif sangatlah penting. Jangan membiarkan hubungan yang negatif melemahkan energi dan emosi, karena masih perlu dihindari untuk diverifikasi terapis yang memungkinkan tumbuhnya hal yang lebih baik.

7. Selalu Berattitude Baik

Komitmen yang baik merefleksikan kepribadian seseorang dan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Sikap positif, saling menghargai, serta kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja sama dengan orang lain dapat memberikan banyak manfaat dalam interaksi di antara individu atau dalam lingkungan profesional.

John Maxwell, seorang penulis dan pembicara terkenal dalam bidang kepemimpinan, mengatakan bahwa kepribadian yang baik adalah salah satu elemen utama untuk mencapai kesuksesan. Dalam dunia kerja, sikap positif dan kerja sama sering dihargai lebih tinggi dari keterampilan teknis sendiri.

Meskipun efek dari sikap baik mungkin tidak terlihat pada saat itu juga, manfaatnya di masa depan sangat besar. Sikap positif membuka kesempatan, meningkatkan hubungan, dan menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan harmonis.

Dewasa itu tidak hapal! Bertumbuh dewasa itu tidak mudah! Tetapi gak suka gak suka, kita harus terus melanjutkan, Tidak usah khawatir! Mulailah dengan mengaplikasikan 7 tips-tips di atas agar tumbuh dewasa dengan lebih baik.

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...