Monday, 30 December 2024

Tips Parenting, Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

- anak sering merasa minder dan tidak percaya diri. Hal ini kadang terjadi karena pola asuh orang tua yang tidak mengakui dan menghargai sifat dan pencapaian anak.

Sebagai orang tua, hal ini sangatlah penting untuk diperhatikan. Mengingat, seberapa besar pun pertumbuhan anak-anak dipengaruhi oleh keluarga dan orang tua.

Dia tidak umumnya terlihat melalui perilakunya yang cenderung tersembunyi, kurang pintar berkomunikasi, mudah menyerah, umumnya membandingkan diri dengan orang lain, dan takut gagal.

Orang yang merasa rendah hati atau dengan kata lain, anak merasa kurang mendapatkan kepercayaan diri.

Berikut beberapa tips penting untuk meningkatkan rasa percaya diri anak Anda:

1. Berikan anak tanggung jawab untuk mengembangkan keberdayaan mereka

Salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri pada anak-anak adalah dengan memberikan mereka tanggung jawab. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pekerjaan-pekerjaan yang penting namun mudah seperti membantu menyiapkan makan malam.

Anak-anak akan tumbuh cepat dan sehat saat mereka memiliki peran yang harus dimainkan. Dengan memiliki tanggung jawab, mereka akan merasa diri mereka bisa dipercaya, sehingga peningkatan rasa percaya diri akan terjadi.

2. Libatkan anak dalam membuat keputusan

Ketika orang tua mengajukan pertanyaan kepada anak, anak merasa termotivasi karena orang tua peduli dengan pendapatnya. Libatkan anak dalam keputusan bersama tentang waktu tidur, menetapkan aturan rumah, memutuskan menu makan malam, dan lain-lain.

Dengan cara ini, anak-anak akan lebih merasa memiliki pengaruh yang kuat terhadap lingkungannya dan menjadi lebih percaya diri. Hal ini juga akan membantu mereka dalam mengatasi masalah atau mencari solusi.

3. Menghargai anak dengan paradoks menekankan proses dan bukan sisi lain hasil.

Saat menilai anak, fokuslah pada proses belajarnya, bukan hanya pada keputusannya. Urapi anak dengan menghargaikan kerja keras yang mereka lakukan untuk mencapai hasil yang bagus. Dengan kata lain, pendekatannya, bukan skor atau nilai. Dengan cara seperti ini, anak akan belajar bahwa tidak apa-apa membuat kesalahan atau gagal. Saat terjalin waktu, anak pun akan jadi berani meningkatkan kepercayaan dirinya secara perlahan.

4. Berikan kesempatan pada anak untuk membuat pilihan sendiri

Sungguh banyak anak yang justru tidak memiliki kontrol atas hidupnya karena peran orang tua yang terlalu banyak memikul aturan. Mengatur anak memang sangat penting, tetapi kalau tidak pernah memberikan kesempatan anak untuk memilih sendiri bisa berdampak hingga sang anak dewasa.

Secara alami, setiap orang merasa tidak berdaya bila tidak bisa membuat keputusan sendiri. Dengan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk memilih sendiri, anak akan belajar untuk bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya dan di masa depan akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Coba mulai dengan memberikan kebebasan pada anak untuk menentukan hal-hal kecil dalam hidupnya.

5. Tampilkan ketertarikan pada bidang yang disukai oleh anak Anda

Menekankan konsentrasi pada hobi atau objek yang disukai anak Anda dapat meningkatkan kepercayaan dirinya serta menumbuhkan ketertarikannya lagi. Tidur yang baik atau perhatian yang diberikan oleh orang tua pada anak akan membuat anak merasa penting dan dicintai.

Orang tua harus selalu memberikan dukungan pada minat dan hobi anaknya, seperti menciptakan lingkungan yang mendukung kehobiannya. Dukungan orang tua terhadap hobi anak akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak di masa depan dan meningkatkan kepercayaan dirinya ketika melakukan hal yang disukai.

6. Taburkan asumsi pertumbuhan sejak usia dini

Bakat atau kemampuan anak harus dicipta dan dikembangkan sejak dini. Memiliki sikap mind-set yang terjebak (fixed mindset) dapat menyebabkan anak merasa tidak bisa berkembang.

Membangun kemampuan untuk mempertanyakan lagi sangat penting untuk meluas kan pemahaman anak terhadap apa yang mampu dicapai. Pola berpikir ini mengajarkan anak-anak untuk maju dan menanamkan keyakinan abadi terhadap proses belajar.

Dalam hal ini, orang tua dapat memulainya dengan menghargai usaha dan proses yang dilakukan oleh anaknya. Tidak perlu terlalu berkutat pada hasil akhir yang didapat, tetapi lebih baik apresiasi untuk usaha dan proses yang sudah dilakukan oleh anak. Pendekatan ini akan membuat anaknya termotivasi untuk terus menunjukkan kemajuan.

7. Berikan pujian dan pernyataan positif pada anak

Tidak adanya afirmasi positif akan mengurangi pertumbuhan harga diri. Dengan membagikan afirmasi positif, anak-anak akan merasa dihargai dan didukung. Metode ini juga dapat membantu anak-anak mengatasi fluktuasi kehidupan dengan rasa percaya diri dan optimis.


Diberikan juga afirmasi positif sebelum tidur, seperti menuntut anak merenungkan aspek positif yang sudah dilakukan oleh anak selama melakukan aktivitas sepanjang hari. Saat anak-anak merefleksikan aspek positif yang sudah digarap, anak akan fokus pada keberhasilan-keberhasilan kecil yang sudah dicapai.
Namun, saya tidak menemukan teks aslinya.

Pada saat ini, orang tua dapat memperkuat afirmasi yang anak-anak lakukan, sehingga anak-anak bisa merasa bangga atas kemajuan yang dicapai. Hal ini kemudian akan meningkatkan rasa percaya diri dan anak-anak siap menghadapi tantangan baru di hari esok.

8. Jangan melebih-lebihkan anak

Meng megetakan anak dengan menyelamatkannya dari kesulitan tidaklah berbeda dengan melakukan pekerjaan rumah untuknya. Anak Anda tidak akan mengembangkan keterampilan hidup yang penting. Sebaliknya, jika anak menghadapi kesulitan, dukung dan doronglah mereka untuk menjadi anak yang bertanggung jawab.

Bimbing anak Anda untuk mempelajari cara menyelesaikan masalah sendiri dengan memadunya. Ini akan membantu meningkatkan tanggung jawab dan kemandirian anak dalam menghadapi masalah.

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...