Sunday, 29 December 2024

Tips Mengelola Keuangan saat Memulai Usaha Rumahan

Apakah kamu pernah mendengar ekspresi lama, "Besar pasak daripada tiang?" Pemyataan ini mungkin seringkali terjadi ketika seseorang baru memulai usaha, terutama usaha rumahan. Pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci utama, agar suatu usaha tidak bangkrut di tengah jalan. Tapi bagaimana cara mengelola keuangan dengan bijak? Mari kita bahas!

#1. Jalankan Rekening Pribadi dan Rekening Usaha Terpisah

Batasi peran perangkat lunak keuangan bersama yang saya gunakan untuk keperluan bisnis saya terlebih dahulu. Jadi aplikasi IT ini tidak bisa memproses operasional pribadi saya apa pun, memisahkan kedua kegiatan tersebut menjadi dua yang terpisah yang memudahkan saya untuk mempertahankan rekening pribadi tetap netral dari keuangan bisnis.

George Soros pernah mengatakan, "Tidak apa pun yang kamu katakan tentang apakah kamu benar atau salah yang penting, tetapi seberapa banyak uang yang kamu miliki ketika kamu benar dan seberapa banyak uang yang hilang ketika kamu salah." Intinya, pengelolaan keuangan yang tepat akan menjadi pembeda besar dalam kesuksesan usahamu. Jadi, dimulailah dengan hal sederhana: pisahkan rekening.

Bayangkan kamu memiliki warung kopi di rumah dan kamu mendapatkan untung sedikit yang cukup untuk membeli mesin espresso baru. Namun, kamu malah mengingat bahwa ada biaya listrik yang belum dibayar. Banyak dari kita mengalami kesulitan karena keuangan pribadi dan keuangan bisnis sering tercampur aduk, yang lalu bisa membuat kita kebingungan pada akhir bulan.

Jadi, gimana lagi? Segera pisahkan rekening pribadi dengan usahamu sekarang!

#2. Tentukan Anggaran Bulanan yang Realistik

Kalau sudah pemisahan rekening, langkah berikutnya adalah menetapkan anggaran bulanan untuk bisnis Anda. Ini seperti membuat rencana jangka panjang agar bisnis Anda tidak salah jalur. Tetapkan pos pengeluaran seperti biaya produksi, promosi, dan pengeluaran tidak terduga. Pastikan semua anggaran tersebut masuk dalam perhitungan.

Staff Keuangan Warren Buffett pernah mengatakan, "Jangan simpan apa yang tersisa setelah Anda menghabiskan; gunakan sisanya setelah kamu menyisihkan. Maksudnya, sisihkan terlebih dahulu untuk modal dan kebutuhan bisnis, setelah itu, sisanya untuk kebutuhan pribadi. Dengan cara ini, usaha Anda tidak akan bangkrut di tengah jalan.

Misalnya, jika kamu menjual kue kering dari rumah, buatlah budget bulanan untuk membeli bahan baku, biaya listrik untuk oven, dan promosi online. Dengan cara ini, kamu tidak akan termakan kebingungan saat harus memesan ulang bahan tersebut secara mendadak.

#3. Alokasikan Dana Darurat

Saat memulai usaha, kamu harus siap menghadapi situasi yang tidak terduga. Bisa mulai dari mesin produksi yang tiba-tiba rusak, bahan baku yang sulit didapatkan, atau tiba-tiba ada permintaan besar dari pelanggan. Ini adalah alasan mengapa dana darurat sangat penting. Jangan anggap sedikit aspek ini karena tidak ada usaha yang pernah berjalan tanpa hambatan.

Charles Darwin pernah mengatakan, "Sesungguhnya, bukan kekuatan fisik maupun kecerdasan yang membuat spesies respawn, melainkan adaptasi yang cepat terhadap perubahan." Begitu juga dengan dunia bisnis, yang mampu bertahan adalah yang paling fleksibel terhadap perubahan akibat ekonomi. Jadi, siapkan dana darurat sekalian!

Misalkan kamu menjalankan bisnis makanan siap saji di rumah, bisa saja kompor gas tiba-tiba rusak atau mobil pengantaran makanan mogok. Di sinilah tabungan darurat berperan penting agar bisnis tetap berjalan tanpa gangguan yang bermakna.

#4. Catat Semua Belanja dan Transaksi Keuangan

Baik percaya atau tidak, banyak usaha kecil yang gagal hanya karena pemiliknya lupa mencatat laporan keuangan. Ini adalah kesalahan umum! Cobalah untuk membiasakan diri agar selalu mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran usahamu. Tidak perlu ribet, sekarang ada banyak aplikasi keuangan yang dapat membantu mencatat transaksi dengan mudah dan efektif.

Ada kutipan Peter Drucker yang tepat untuk kondisi ini: "Apa yang diukur itu akan dikelola." Bila tidak diukur, sangatlah sulit untuk dikelola. Dengan mencatat semua transaksi, Anda akan tahu apakah bisnis menguntungkan atau malah mengalami kerugian.

Misalnya, kamu menjual kerajinan tangan dari rumah. Bila setiap transaksi tidak dicatat, mungkin kamu tidak tahu berapa modal yang keluar, dan berapa keuntungan yang masuk. Oleh sebab itu, gunakan aplikasi keuangan atau sekadar buku catatan kecil pun bisa membantu.

#5. Jangan Lupa Melakukan Evaluasi Keuangan Teratur

Terakhir sekali, silakan melakukan evaluasi! Ini adalah tahapan yang sering tidak tercakup. Kamu telah bekerja selama sebulan penuh, tapi jangan lupa untuk mengabdikan waktu untuk memeriksa apakah usahamu berlangsung sesuai rencana atau justru berjalan keluar dari jalur yang semestinya. Evaluasi ini penting untuk memahami seberapa jauh kamu telah mencapai tujuan usahamu, dan apakah ada hal lain yang perlu diperbaiki.

Steve Jobs pernah mengatakan, "Selalu ingin tahu lebih, selalu berpikir diri sendiri." Artinya, meskipun bisnis sudah berkembang baik, jangan pernah merasa cukup. Selalu lakukan evaluasi agar kamu siap menghadapi hal baru di bidang bisnis.

Misalnya, jika kamu menjual online dari rumah selama satu bulan, kamu dapat memeriksa apakah target penjualan sudah berhasil dicapai atau belum. Jika belum, mungkin kamu perlu menyesuaikan strategi pemasaran atau memeriksa pengeluaran mana yang bisa dievaluasi untuk dikurangi

***

Mengelola keuangan untuk bisnis rumahan memang memerlukan efisien. Namun, jika kamu melakukannya dengan strategis, hasilnya akan lebih optimal. Oleh karena itu, segera gunakan akun tabungan untuk bisnis, tentukan anggaran, simpan dana darurat, buat riwayat transaksi, dan tidak lupa untuk menganalisis keuanganmu secara berkala. Dengan begitu, bisnis rumahan Anda akan lebih terstruktur dan siap berkembang maju.

Maturnuwun,

Growthmedia

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...