Bubur bayi digantikan dengan daun kelor dalam program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran, begitulah penjelasan Cak Imin.
Menu dalam program Makan Bergizi Gratis masih dalam penyempurnaan.
Hanya besarannya saja yang pasti Rp 10 ribu per porsi.
Program Makan Bergizi Gratis, menawarkan menu yang terus berubah-ubah, salah satu pilihan yang pasti ada adalah susu.
Setelah susu sapi, kemudian diperdebatkan menggantinya dengan susu ikan, kini ada laporan tentang alternatif susu menggantikan daging sapi.
Menu daun kelor menjadi pilihan alternatif peralatan porfiase beberapa daerah.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, menanggapi gagasan daun kelor sebagai alternatif pengganti susu dalam program sarapan bergizi gratis.
Cak Imin mengatakan bahwa komposisi iringan makanan bergizi gratis masih dalam tahap simulasi.
"Itu masih proses semua, simulasi, sinkronisasi, pusat daerah, lokalitas," kata Cak Imin kepada wartawan di Kawasan Taman Margasatwa Ragunan, DKI Jakarta, Rabu (25/12/2018 - red).
Wacana tersebut awalnya digagas oleh pedesaan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Dadang menyampaikan, tidak semua anak yang bersekolah dalam program makan bergizi gratis akan mendapatkan susu sebagai salah satu menu makanannya.
Karena, pengalokasian susu ini untuk program pemerintah akan dialokasikan ke wilayah yang memiliki sentra peternakan sapi perah.
Sebagai alternatif, untuk daerah lain yang bukan sentra sapi perah, maka anak-anak di daerah tersebut akan mendapatkan makanan lain sebagai pengganti protein dan kalsium.
Opsi menu pengganti menu tersebut adalah telur dan daun kelor.
Cak Imin percaya bahwa Badan Gizi telah menghitung kandungan gizi pada makanan gratis tersebut.
"Kewenangan ini berada di tangan badan gizi, tapi mereka pasti akan menghitung sesuai, jumlah kalori, protein, dan karbohidrat juga akan seimbang," kata Ketua Umum DPP PKB.
Cak Imin juga mengumumkan bahwa praktik simulasi makan bergizi gratis akan terus dilakukan.
"Dengan harapan ini, simulasi ini terus dilakukan, itu harapanku. Namun, saya sebagai bagian dari proses ini berharap varietas lokal dari bunga kelor ini berhasil," katanya.
"Saya pikir jika UMKM lokal terlibat, mereka juga harus diberi kesempatan. Peternak susu harus dapat berkembang dan menjadi lebih hemat biaya, sehingga harga susu bisa menjadi lebih terjangkau dari sekarang," katanya.
Berikut adalah terjemahan kalimat tersebut ke dalam bahasa Indonesia: Artikel ini sudah muncul di Tribunnews.com dengan judul
, dan
No comments:
Post a Comment