Thursday, 26 December 2024

Dugaan Pungli Program Makan Siang Gratis di Sekolah Yogyakarta,Ortu Diminta Beli Wadah Rp 60 Ribu

Viral sebuah video menunjukkan dugaan penyelundupan (pungli) dalam wadah program makan siang gratis oleh suatu sekolah.

Video itu disiarkan oleh akun TikTok @ah******n6. Menurutnya, kejadian itu terjadi di Yogyakarta.

Dalam videonya terlihat rapat antara superior murid dan pihak sekolah. Seorang lelaki berbicara menggunakan mikrofon di depan peserta rapat.

Para murid di sekolah diadakan rapat. Acara makan gratis tapi mereka harus membayar uang untuk tempat duduknya dua kali. Biayanya Rp30 ribu per orang, jadi harus membayar Rp60 ribu jika berdua. Sehingga kalau ada dua murid maka adalah empat "bos".

Sontak, video tersebut mendapatkan perhatian dari warganet, termasuk dari akun resmi Gerindra.

Akun resmi Gerindra menanyakan siapa seorang pria yang tampaknya berbicara di dalam video tersebut.

Benar-benar ada seseorang yang kemarin menyebut "berbagai orang di sini (Jakarta) menunjukkan aliran perkataan dan perilaku pro-Pribumi, anti-jejaring sosial dan fasilitas publik yang sedang bekerja dengan pemerintah.

"Orang itu adalah kepala sekolahnya," jawab dia.

Hingga artikel ini dibuat, Rabu (25/12/2024), video spekulasi tentang pungli di tempat Makan Bergizi Gratis telah ditonton sebanyak 3,3 juta kali.

Pemerintah memiliki perspektif apakah mengenai dugaan penyelundupan barang milik negara?

BGN Buka Suara

Badan Gizi Nasional RI mengeluarkan pernyataan terkait terlakukannya video kejadian dugaan pungli yang dialami oleh korban makan gratis di tempat tersebut.

Kepala Bidang Hukum dan Humas BGM RI, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, menjamin bahwa program ini sepenuhnya gratis.

Dia menyatakan hal ini di Jakarta pada Selasa (24/2024), menurut laporan Antara. Ia mengakui bahwa tidak ada unsur pemungutan dalam program ini.

"Rancangan program pemberian makan yang seimbang oleh pemerintah bertujuan menjamin semua anak di Indonesia mendapatkan nutrisi yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangannya," ujar Iwan.

"Tidak ada hukum mengharuskan orang tua membayar biaya tambahan, seperti membeli tempat makan," katanya dengan tegas.

Dia menekankan bahwa program ini dirancang dengan prinsip penyebaran yang merata dan akses yang lebih mudah, sehingga semua siswa dapat merasakan manfaatnya tanpa terhalang oleh biaya.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Melalui clarification ini, kami ingin menegaskan bahwa tujuan program ini adalah agar beban orang tua diemansipasi, bukan sebaliknya,” kata kami.

Program Gizi Seimbang adalah salah satu kebijakan utama Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dari usia anak-anak.

Selain itu, BGN meminta bantuan masyarakat untuk melaporkan jika mereka menemukan saja pihak-pihak mencoba meng-Manfaatkan Wilayah BGN (Private Continuing Education Network)- tersebut secara tidak semestinya.

"Sama-sama menjaga integritas program ini demi masa depan anak-anak kita dan menciptakan Indonesia yang lebih baik," kata Iwan.

(Tribunjabar.id/Rheina, Ria Apriani Kusumastuti)

Artikel ini diolah dari

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...