Media sosial di Indonesia sedang dipenuhi berita tentang rongrongan pengeluaran uang palsu yang berkembang di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan. Informasi tersebut membuat masyarakat khawatir karena uang palsu tersebut dinyatakan sangat sulit dibedakan secara kasat mata dengan uang rupiah yang asli.
Kepala Divisi Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Marlison Hakim, menyatakan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat aspek keamanan rupiah untuk melindungi masyarakat dari peniruan.
Di antara langkah-langkah penting ialah edukasi kepada masyarakat melalui Program Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
"Saya yakin kita dapat meraih pencapaian sebesar 80% dari target pengembangan inovasi teknologi keamanan, saya juga berharap dapat menginisiasi beberapa skema unik collaborative tambahan untuk meningkatkan agregat pengguna," tambah gubernur Gubernur Jawa Timur Salah satu targetnya adalah guna meningkatkan mutu pengembangan teknologi keamanan tersebut.
Baca juga:
Bagian dari pendidikan tersebut, masyarakat diajarkan untuk mengenali autentisitas uang rupiah menggunakan metode yang sederhana yang dikenal sebagai 3D: Mengamati, Mengubahkan, dan Mengintip.
Berikut adalah cara membedakan uang palsu dengan uang asli dengan cara BPD yang Benar.
Baca juga:
Dilihat
Perhatikan benang pengaman pada uang kertas. Benang itu tampak seperti telah dianyam begitu dalam kertas dan akan mengeluarkan warna yang berbeda ketika dilihat dengan sudut yang berbeda.
Pertimbangkan untuk memiliki angka nominal yang terlihat tajam pada beberapa titik retriksi materai secara faktur.
Diraba
Rasakan hasil cetakan pada gambar pahlawan, lambang burung Garuda, nominal nominal, dan kode kartu (blind code) berupa garis-garis di sisi uang kiri dan kanan. Cetakan asli akan terasa kasar dan memiliki tekstur yang unik.
Baca juga:
Diterawang
Apabila koin ditalikkan ke arah cahaya, Anda akan melihat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan nasional dan ornamen elektrotip pada pecahan Rp50.000 dan Rp100.000.
Perhatikan gambar rectoverso yang dipasang oleh Bank Indonesia (BI), yang akan terlihat utuh jika diwarnai.
Scan UV
Selain metode 3D, masyarakat juga dapat menggunakan alat sederhana seperti lampu ultraviolet (UV) dan kaca pembesar untuk mengecek autentisitas uang.
Lampu UV dapat mengungkapkan serat bercahaya yang tersembunyi di dalam uang kertas otentik, sedangkan kaca pembesar membantu untuk memperhatikan rincian cetakan halus.
Baca juga:
Apa yang Dapat Dilakukan Jika Menemukan Uang Kertas Yang Dikeluarkan ilegal?
Jika Anda menemukan uang yang mungkin palsu, segera kunjungi kantor Bank Indonesia terdekat untuk memastikan keasliannya.
Bank Indonesia memiliki Pusat Analisis Pasporan (Counterfeit Analysis Center) yang dilengkapi perwakilan tenaga ahli untuk menganalisis uang yang diragukan dan mendorong proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Kasus pembuatannya uang palsu, seperti yang terjadi di UIN Makassar, menambahkan kesadaran bahwa kewaspadaan adalah hal yang sangat penting.
Dengan memahami dan menerapkan analisis di atas, masyarakat dapat melindungi diri dari risiko perbankan palsu (pemalsuan uang).
Pengantar: Sebuah percakapan antara manusia yang ingin berinteraksi dengan asisten buatan palsu. Asisten tersebut memberikan jawaban yang bermanfaat, rinci, dan sopan terhadap pertanyaan manusia.
No comments:
Post a Comment