tidak terjadi di Indonesia.
, Selasa lalu..
Ia mendapatkan informasi mengenai potensi PHK yang mungkin akan dilakukan oleh sekitar 60 perusahaan. Dalam situasi ini, perusahaan dan serikat pekerja sama-sama mengharapkan terciptanya ekosistem perdagangan yang lebih mendukung.
Dalam tahun 2024 mendatang, berbagai sektor industri di Indonesia menerima tekanan yang sama dalam menanggani Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang begitu beragam, mengakibatkan dampak yang sangat signifikan bagi para pekerja maupun masyarakat ekonomi nasional. Profil yang menurun dalam faktor ekonomi global, peningkatan persaingan bisnis, dan lanjutan kemajuan teknologi digital telah menyebabkan perubahan pesat di bidang kerja sehingga mewarnai permunculan gejala fisik besar.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, atau yang lebih dikenal sebagai Noel, mengungkapkan bahwa sejak awal tahun hingga bulan Desember 2023, tercatat setidaknya 80.000 kasus PHK atau pemberhentianmaker. Noel menganggap angka penyebaran PHK yang tinggi tersebut sangat mengkhawatirkan.
"Setidaknya ada kurang lebih 80 ribu (PHK) itu datanya," ujar Noel ketika ditemui di kantornya pada Senin, 23 Desember.
Sektor mana yang paling banyak melibatkan PHK karyawan
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industri dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Menteri Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri, juga menambahkan bahwa sektor industri menjadi penyumbang terutama dari angka pengangguran terbuka tahun ini, dengan total 24.013 orang pekerja terdampak.
"Tiga sektor terbesar penyebab pemutusan hubungan kerja adalah pengolahan makanan dengan total 24.013 pekerja, pekerjaan lainnya di bidang jasa sebanyak 12.853 pekerja, serta sektor perikanan, pertanian dan kehutanan dengan 3.997 pekerja," kata Indah guna menjawab laman Tempo Senin, 1 Oktober 2024.
terbanyak pada tahun 2024:
Diketahui, lebih dari 20 ribu kasus PHK yang dicatat di Jawa Tengah, terutama dalam industri tekstil, garmen, dan alas kaki. Sementara itu, di DKI Jakarta, pekerjaan Karel menjadi penyebab utama banyaknya angka PHK, sedangkan di Banten, industri baja dan petrokimia menjadi penyebab utama terbanyak.
2. DKI Jakarta (7.469)
Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa periode Januari hingga Juni 2024, sekitar 32.064 pekerja Indonesia mengalami PHK. Kota Jakarta menjadi yang paling dipengaruhi, dengan proporsi 23,29% atau sekitar 7.469 kasus.
3. Banten (6.359)
Banten berada di peringkat ketiga dengan jumlah 6.359 pegawai yang menghadapi PHK. Sebagai provinsi dengan industri utama seperti baja dan petrokimia, Banten menghadapi keprihatinan besar karena ketidakstabilan global serta perubahan yang cepat pada kondisi bisnis.
Jawa Barat menempati peringkat keempat dalam urutan negara yang paling banyak memiliki tenaga kerja terdampak, dengan total 5.567 pekerja terdampak pada 2024. Perhitungan ini menunjukkan bahwa sektor keindustrian di provinsi tersebut telah menghadapi tekanan yang signifikan karena krisis ekonomi dan kebutuhan pasar yang terus berubah.
5. Sulawesi Tengah (1.812)
Sulawesi Tengah memiliki 1.812 kasus PHK, sehingga menempati posisi kelima. Meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan provinsi lain, dampaknya masih cukup signifikan bagi pekerja lokal yang bergantung pada sektor tertentu.
Oleh karena itu, Kemnaker telah menyiapkan beberapa rancangan untuk menghadapi dampak berbahaya yang mungkin muncul ketika PHK terjadi. "Karena kita tidak ingin hal ini menjadi mimpi buruk setiap hari dalam kenangan teman-teman yang bekerja. Tanggung jawab negara adalah untuk mampu menjawab," kata Noel.
Pilihan editor:
No comments:
Post a Comment