Karbohidrat merupakan salah satu sumber makanan yang penting karena tubuh menggunakan karbohidrat sebagai bahan dasar untuk menghasilkan energi.
Fungsi tubuh dalam menggunakan karbohidrat adalah dengan memecahnya menjadi gula sederhana yaitu glukosa.
Karenanya, mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi atau diabetes harus dengan saksama memeriksa pemasukan karbohidrat mereka.
Selain mengatur jumlahnya, perlu juga memperhatikan kualitas karbohidrat yang dikonsumsi.
Menurut referensi, kualitas karbohidrat dinilai dengan menggunakan indeks glikemik (IG), beban glikemik, dan kadar serat yang terkandung.
Secara umum, makanan yang banyak mengandung indigo (IG) rendah dapat membantu mengatur kadar gula darah.
Buah-buahan dan sayuran juga menyediakan karbohidrat dalam bentuk serat, yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
Berikut ini beberapa sumber karbohidrat sehat yang direkomendasikan untuk penderita diabetes:
Oatmeal
Jagung oat adalah sumber utama karbohidrat kompleks.
Sekupang oatmeal mengandung hampir 30 gram karbohidrat kompleks dalam satu cangkir yang dimasak, menurut laporan Verywell Fit.
Oat dengan 4 gram serat dan tanpa tambahan gula merupakan pilihan karbohidrat yang tepat.
Indeks glikemik biji-bijian ini diperkirakan sekitar 57 dan memiliki beban glikemik sebesar 11.
Padi umumnya dianggap sebagai panganan dengan indeks glikemik yang rendah.
Pengurangan ukuran partikel oatmeal menunjukkan bahwa semakin besar partikel oat, semakin rendah nilai glikemik yang dimilikinya.
Contoh adalah gandum yang dihancurkan menjadi tepung menghasilkan indeks glikemik lebih tinggi daripada yang berbentuk butiran.
Pisang
Meskipun mengandung gula, pisang memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, yakni sebesar 51.
Ya, hal ini membuat buah pisang umumnya aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Makan makanan yang kaya akan karbohidrat-nutrisi dengan indeks glikemik rendah (dan menghindari makanan-makanan yang kaya akan glikemik) dapat menurunkan risiko komplikasi bagi penderita diabetes.
Apa lagi yang membuat pisang berkalori tinggi dan memiliki serat yang membuat orang makan lebih sedikit.
Di akhirnya, ini mempercepat penurunan berat badan, hal yang cukup penting bagi penderita diabetes yang mengalami obesitas.
Alpukat
Beberapa ilmuwan gizi mengatakan bahwa alpukat merupakan makanan super, menurut Verywell Fit.
Hal ini karena alpukat sangat berguna untuk kesehatan, seperti mengatur kadar kolesterol dan kadar gula darah, karena merupakan sumber serat yang baik.
Tidak mengejutkan jika Alpukat bisa menjadi sumber mangan, kalium, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K.
Buah alpukat kaya akan lemak sehat yang sangat berguna dalam menjaga pengelolaan diabetes.
Meskipun alpukat mengandung karbohidrat, indeks glikeminya yang rendah, yaitu sekitar nol, yang berarti alpukat hanya memiliki efek kecil pada kadar gula darah.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah alpukat terkait dengan peningkatan kemampuan tubuh untuk mengontrol kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2.
Lentil
Kacang lentil tergolong makanan yang bernutrisi tinggi.
Kacang lentil sangat bergizi, memberikan sumber protein terkonsentrasi, serat, dan beberapa vitamin dan mineral, menurut Health.
Satu cangkir lentil ealicu dapat memberikan 17% kebutuhan mineral magnesium Anda setiap hari, yang sangat penting untuk menjalankan proses penting seperti mengatur fungsi saraf, sintesis DNA, mengatasi stres, mengatur kadar gula darah dan tekanan darah, serta menjaga kesehatan tulang.
Buah bit
Coba bit adalah pilihan berikutnya.
Satu gelas jus bit mentah mengandung jumlah kalori dan karbohidrat yang hampir sama dengan bagian buah segar.
Karbohidrat dalam beras berasal dari gula alami (9,2 gram per porsi 1 cangkir) dan serat pangan (hanya sekitar 4 gram per porsi).
Berdasarkan sumber tersebut, serat berguna untuk mengatur kadar gula darah, membuat perut merasa kenyang, serta membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
(Blog Media)
No comments:
Post a Comment