Tidur tersendiri dari orang tua menyimpan banyak manfaat bagi anak, lho, bunda. Sayangnya, cara melatih anak tidur sendiri tidak selalu mudah dan bisa mencapai hasil dalam waktu singkat.
Anak yang tidur terpisah dari orang tuanya dapat meraih tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas. Hidup terpisah juga membantu membentuk ritme biologis sejak dini.
Pendidikan tidur sendiri sudah bisa dimulai sejak bayi berusia 4-6 minggu. Namun, pastikan bayi selalu terawasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Anak kecil cenderung merasa gugup dan takut berpisah dari orang tuanya. Nah, untuk melatih anak kecil Anda tidur sendirian, simak tips lengkapnya di bawah ini.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu anak Anda belajar tidur sendiri:
1. Buatlah rutinitas sehari-hari yang konsisten
2. Pastikan anak Anda rasa nyaman dengan lingkungan sekitar
3. Ajari anak Anda konsep waktu dan jam malam
4. Jangan biarkan anak Anda bermain di kamar sebelum tidur
5. Berikan sinyal-sinyal yang jelas bahwa tengah malam bukan waktu bermain
Tetapi bila bayi Anda sulit tidur sendiri:
* Pastikan kamar tidurnya bebas dari gangguan
* Jika perlu, biarkan suster membawa bayi Anda tidur siang ketika kemarin malam mereka tak tidur
* Apabila bayi Anda masih sulit, coba Anda konsultasikan dengan dokter berapa lama waktu yang wajar bagi bayi tidur sendiri.
Menurut situs Parents, di bawah ini adalah beberapa metode yang efektif untuk membantu anak-anak belajar tidur sendiri.
1. Singkirkan Distraksi
Hindari semua gangguan yang ada di ruangan anak saat waktu tidur sudah tiba. Gangguan ini dapat berupa TV, handphone, dan perangkat elektronik lainnya.
Judith Owens, seorang ahli otak di Boston, mengatakan bahwa perangkat elektronik dapat memancarkan cahaya yang memicu kebutuhan otak anak kecil untuk bangun dan berubah menjadi sulit untuk tertidur. Ia menyarankan untuk menurunkan intensitas lampu kamar anak agar mereka tidur lebih cepat.
2. Bangunkan Pola Aktivitas Sebelum Tidur
Buatlah rutinitas wicht tidur untuk si kecil agar mereka merasa siap secara mental untuk tidur. Rutinitas ini dapat meliputi mencuci air hangat, menyikat gigi, mengenakan pakian malam, dan didengarkan dongeng.
Dr. Owens menjelaskan bahwa rutinitas tersebut dapat membantu mengurangi kecemasan anak saat harus meninggalkan orang tuanya.
3. Lakukan Secara Bertahap
Saat ingin melatih anak untuk tidur sendirian, lakukan secara bertahap agar mereka tidak kaget dan tidak takut. Anda bisa mengawalinya dengan mengikuti anak hingga mereka tertidur di kamar.
Jika bayi Anda terbangun, sebaiknya jangan langsung mendekatinya untuk menenangkannya. Tetaplah berada di belakang sofa atau di dekat ranjang bayi.
Setelah anak mulai terbiasa dan tidak terlalu rewel lagi saat ditinggalkan, orang tua bisa berpamitan dan menyuruh si kecil tidur sendirian.
4. Berikan Boneka atau Benda yang Membangun Rasa Nyaman
Anak-anak seringkali merasa gelisah dan takut saat bangun di tengah malam. Untuk menghindari Anda harus berulang kali mengantarnya ke dalam kamar, berikanlah anak kecil boneka tanpa bulu atau benda lain yang dapat membuatnya merasa tenang dan aman.
"Biarkan ada kehadiran mengharmonis di ruangan anak Anda," kata Dr. Owens.
5. Konsisten
Jika anak bangun di tengah malam dan mengunjungi kamar orang tuanya, Dr. Owens menyarankan agar orang tua mendampingi anak kembali ke kamar tanpa banyak bicara. Meskipun anak menampilkan wajah sedih, Anda jangan berubah ekspresi.
Ayah dan ibu harus tetap tegas agar anak tidak mudah melanggar peraturan yang ada. Karena, sekali Anda memberi keleluasaan, anak akan terus mengulangi hal yang sama.
Berapa Lama Anak Biasanya Dapat Berpisah di Tempat Tidur dengan Orang Tua?
No comments:
Post a Comment