Saturday, 28 December 2024

20 Tahun Tsunami Aceh, Saat Kapal Seberat 2.600 Ton Terseret Ombak dan Terdampar di Sebuah Desa

Sungai Ekuador adalah salah satu bukti kekuatan tsunami Aceh 20 tahun lalu, tepatnya pada 26 Desember 2004, terdapat Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung yang mengalami kerusakan.

Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi tsunami yang mempunyai kekuatan berkisar 9,1-9,3 M di laut dekat benua India merupaka awal dari bencana tsunami yang menenggelamkan beberapa wilayah di Aceh.

Sebanyak 500.000 orang kehilangan tempat tinggal dan lebih dari 230.000 jiwa menjadi korban 4 Januari 2005, berdasarkan data PBB.

"Kehebatan tsunami itu bahkan mampu mendorong dan menarik kapal kapal pemancar daya listrik tenaga diesel berukuran besar yang berat ribuan ton hingga terdampar di daratan".

Badai tsunami di Aceh telah membuat kapal PLTD Kapal Apung tidak bisa lagi bertemu dengan laut.

Baca juga:

Sejarah kapal PLTD Apung

Menurut keterangan Kemendikbud tahun 2023, kapal PLTD Apung 1 merupakan kapal yang dimiliki oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dinamai kapal Apung karena dahulu kapal ini digunakan sebagai penyedia listrik yang berada di atas laut.

Kapal itu keluaran tahun 1996 memiliki panjang 63 meter, luas 1.900 m2, dan berat sekitar 2.600 ton.

PLTD Apung 1 dapat menghasilkan daya listrik sebesar 10,5 megawatt.

Sebelum tiba di Aceh, kapal itu telah mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia.

Kapal tersebut menyuplai listrik ke Pontianak, Kalimantan Barat selama dua tahun sejak tahun 1997. Hancurnya dapat dilihat dari petunjuk WKB (Wilayah Kalimantan Barat) yang terdapat pada badan kapal.

(16/9/2024).

Pada saat itu, kapal ini berfungsi untuk membantu memasok energi listrik di Kota Madya Aceh dan Ulee Lheue.

Tidak ada yang menyadari saat itu, bahwa Serambi Mekah akan menjadi akhir perjalanan kapal generator itu.

Baca juga:

Terseret tsunami Aceh

Pada tanggal 26 Desember 2004, sekitar pukul 07.58 setempat waktu Indonesia, terjadi gempa bumi besar yang mengguncang Aceh selama 10 menit.

Dalam waktu 20 menit setelah gempa, air laut yang tadinya surut, segera menyebar ke daratan. Gelombang tsunami yang mencapai tinggi 30 meter dengan kecepatan 100 meter per detik atau 360 kilometer per jam terjadi.

Tsunami menghancurkan segala sesuatu yang ada di depannya, termasuk Kapal Apung PLTD 1 dengan bobot 2.600 ton.

Pelabuhan Ulee Lheue dipukul oleh gelombang pasang yang mencapai ketinggian sembilan meter, menggeser kapal sejauh lima kilometer ke arah Kampung Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Setelah itu hingga kini, kapal Kapal Apung PLTD 1 masih tertinggal di tempat asalnya karena belum ada yang sanggup memindahkan kapal ini ke atas laut tepatnya.

Baca juga:

Monumen Kapal Apung

Pada tahun 2012, Pemerintah Kota Banda Aceh mengubah kapal masuk ke pantai yang dulunya dibiarkan hanya menjadi ikon pariwisata menjadi monumen.

(26/12/2022), banyak pengunjung wisata yang mengunjungi museum ini untuk mengenang bencana tsunami di Aceh.

Pada monumen PLTD Apung, ada sebuah jam yang terletak di depan pintu masuk.

Jam besi yang dibuat dengan beton tersebut menunjukkan pukul 07.55 WIB, yang merupakan jam ketika tsunami Aceh 2004 terjadi.

Di bagian bawah monumen terdapat prasasti yang berisi nama-nama korban hidup yang terdiri dari dua dusun, yaitu di Dusun Tuan Balik Ayei sebanyak 171 jiwa dan Dusun Tuan Dipakeh dengan jumlah korban hidup 212 orang.

Lalu ada Dusun Tuan Dikandang berpenduduk 350 jiwa, Dusun Lampih Lubhook berpenduduk 276 jiwa, dan Dusun Krueng Doy berpenduduk 68 jiwa.

Jika kamu pergi ke belakang monumen, pengunjung akan menemukan relief yang menggambarkan bagaimana kapal ini mengalami kecelakaan dan terdampar.

Di sekitar kawasan pembangunan monumen tersebut, terlihat bangunan rumah yang rusak parah karena dilanda tsunami.

Monumen PLTD Apung buka setiap hari sehari penuh mulai pukul 09.00-17.00 WIB, kecuali sementara selama waktu salat zuhur dan ashar.

Baca juga:

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...