- Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo melewati Hayuan Tanah Ngabehi Sultan.
"Sultan Ground" adalah istilah yang digunakan untuk mengacu Tanah Kasultanan atau tanah milik Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat.
Tanah yang sering disebut Kagungan Dalem ini termasuk dalam hak istimewa yang dimiliki Kasultanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah, menjelaskan bahwa tanah Sultan tidak dibeberapa, tetapi disewakan.
Baca juga:
"Tapi Alhamdulillah sudah selesai, sudah bisa kita lanjutkan segera. Memang kemarin sempat tertahan, tetapi selanjutnya saya akan diteruskan," ujar Rudy di Kantor Gerbang Tol Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2024).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Miftachul Munir mengatakan, tanah lahan Sultan disewa untuk masa kontrak, yaitu 40 tahun.
Pembayaran sewa lahan Sultan Ground diperlakukan dengan sekaligus pada tahap awal pemberian kontrak oleh Pengusahaan Jalan Tol (BUJT) yang terkait, yaitu Perusahaan Jasa Jalan Tol (PT JMJ).
"Terta'banaknya dibayarkan bersama-sama, dan itu hasil pertemuan dan pendapat BPKB (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Jadi berapa besar 'an dari pembayaran itu karena sewa ini menjadi patokan investasi yang tentunya juga meninggalkan beban biaya.
Di sisi lain, proyek jalan tol Solo-Yogyakarta seksi 1.2 Klaten-Purwomartani memanjang sekitar 20.075 kilometer yang melintasi daerah yang berada di atas tanah akan selesai pada Oktober 2025.
Baca juga:
Proyek tol ini akan diselesaikan dalam tiga tahap penyelesaian konstruksi, masyarakat perlu ketahuan.
Tahap 1 meliputi Paket 1.1A Simpang Susun (SS) Kartasura-SS Klaten (22,3 kilometer) yang saat ini sudah beroperasi, dan Paket 1.2A SS Klaten-SS Purwomartani.
Paket 2.1A antara Purwomartani-On/Off Maguwoharjo sepanjang 3,62 kilometer dan Paket 2.1B antara On/Off Trihanggo-Junction Sleman sepanjang 3,25 kilometer direncanakan selesai setelah tahun 2024.
Selanjutnya, tahap 2 meliputi empat kelompok rute, yaitu: 3.1 Junction Sleman-SS Gamping (7,25 km), 3.2 SS Gamping-SS Sentolo (9,85 km), 3.3 SS Sentolo-SS Wates (7,99 km), 3.4 SS Wates-SS Kulonprogo (10,33 km), dan 3.5 SS Kulonprogo-On/Off Purworejo (3,13 km).
Tahap ketiga meliputi Paket 2.1 On/Off Maguwoharjo-On/Off Monjali yang menempuh jarak 5,8 kilometer, serta Paket 2.2 On/Off Monjali-On/Off Trihanggo dengan jarak 2,95 kilometer. Pembangunan jaringan KA ringan tersebut masih belum dimulai.
No comments:
Post a Comment