Blogger Media Dani -- Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk Indonesia melalui pembangunan nasional yang komprehensif. Pemerintah ingin masyarakat di negara ini merasakan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan adil melalui program pembangunan nasional.
Berbagai skema pembangunan dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai unit kerja di Kementerian/Lembaga, Pemprov, Pemda/Pemko, serta unit usaha pemerintah seperti Badan Layanan Umum (BLU), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bahkan dengan melibatkan sektor swasta.
"Dalam rangka meningkatkan kesuksesan upaya tersebut, pemerintah dapat melaksanakan langkah-langkah yang mencakup kebijakan dan administratif seperti mengalokasikan anggaran, menerbitkan insentif (fiskal dan nonfiskal), melaksanakan kerja sama dengan badan usaha (nasional dan global) serta strategi lainnya," kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait di Batam Center, Jumat, (20/12/2023) lalu.
kata Tuty lagi.
Ariastuty kemudian menyampaikan salah satu program pemerintah yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial saat ini adalah pembangunan dan pengembangan Strategis Nasional (PSN) Eko-Kota Rempang di wilayah tugas KPBPB Batam.
Seriuositasnya Pembangunan Strategis Nasional Rempang Eco City tercermin dalam Permenko Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Daftar Proyek Strategis Nasional. "Kedatangan Rempang Eco City, wilayah Rempang sejak tahun 1992 telah dipercayakan kepada BP Batam namun sampai tahun 2023 masih belum berkembang menurut harapan, dapat segera digunakan untuk investasi yang signifikan baik dari aspek kuantitas maupun kualitas, serta memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat di Rempang terutama dan wilayah Batam serta Provinsi Kepri pada umumnya," jelas Tuty.
Selanjutnya, dijelaskan situasi Rempang saat ini serta merujuk pada perjanjian tahun 2004 antara BP Batam, Pemko Batam, dan PT MEG, telah diambil langkah-langkah konkret untuk menerima perencanaan investasi yang telah disepakati.
"Langkah-langkah tersebut antara lain perubahan status lahan sehingga menjadi HPL BP Batam, relokasi penduduk yang terdampak ke tempat yang lebih baik dan maju, serta pelaksanaan atas berbagai regulasi regulasi dan infrastruktur yang diperlukan," kata Tuty.
Dikatakan, sektor ekonomi tersebut diperkirakan akan menciptakan sektar 30 ribu kesempatan kerja dan menarik investasi sebesar Rp 175 triliun. Masyarakat Pulau Riau, terutama dari warga Rempang, diusulkan sebagai prioritas. Hal ini difokuskan oleh pemerintah untuk menawarkan peluang刷roma bagi generasi akan datang.
Tuty mengatakan dirinya yakin Rempang akan menjadi mesin ekonomi baru Indonesia, sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi desa di masa depan akan meningkat. Pemerintah sangat berharap proyek laut sungai tambang ini sukses, sehingga rakyat dapat maju.
" Pastikanlah bahwa investasi ini berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Pembangunan yang lebih merata dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan akan berdampak besar pada pendapatan masyarakat," kata Tuty.
Namun, Tuty tidak menolak adanya pihak-pihak yang ingin melihat PSN ini gagal, sehingga martabat Bangsa Indonesia menurun dan rakyat di wilayah Rempang tidak maju.
Jadi, BP Batam, yang merupakan bagian dari Pemerintah, berkomitmen untuk membuat program PSN Rempang Eco City berjalan lancar melalui kerjasama baik pada berbagai lini pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dengan begitu harapan masyarakat di Batam, Rempang, dan Galang bisa merasakan kehidupan yang lebih sejahtera, maju, dan bermartabat.
BP Batam memberikan hak-hak bagi warga yang terdampak oleh proyek Rempang Eco City
Pada September 2024, PT Batam Industri (BP) telah menyelesaikan pembangunan rumah permanen di Tanjungpinang. Rumah bertipe 45 dan lahan 500 meter persegi untuk warga yang terkena dampak. Pengadaan lahan dan rumah baru, merupakan salah satu cara BP Batam untuk memenuhi hak-hak warga yang terkena dampak dan menunjukkan komitmen pihak berwajib kepada masyarakat.
Selain rumah baru, BP Batam juga memfasilitasi warga yang bersedia berpindah ke hunian sementara di Batam dan memberikan bantuan biaya hidup. Di hunian sementara itu, setiap warga menerima Rp1,2 juta per orang ditambah biaya sewa rumah/ruko sebesar Rp1,2 juta per bulan.
Terdapat 42 KK yang telah pindah ke Tanjung Banun hingga tanggal 2 Desember 2024, sementara ratusan KK lainnya siap untuk dipindahkan menunggu rumah baru yang telah dirampungkan secara bertahap mulai sekarang. Wakil mereka yang terkena dampak pengembangan Rempang Eco City akan segera menerima sertifikat hak milik (SHM) untuk hunian baru di Kawasan Tanjung Banun.
Warga Rempang, M Yatin Atan mengaku bersyukur atas pindah ke rumah baru di Tanjung Banun. " Allah SWT telah memberiku rumah baru, saya berharap pembangunan ini nantinya dapat mensejahterakan anak dan cucu saya," katanya kepada kami.tmpnews.
Hal yang sama, seorang penduduk Rempang lainnya, Rohaya yang baru tinggal di rumah baru menyampaikan rasa gembiranya. Ia mengucapkan rasa terima kasih kepada BP Batam yang telah merealisasikan tempat tinggal baru untuk keluarganya. "Saya sangat senang sudah pindah ke rumah baru, terima kasih kepada BP Batam telah menjalankan janji kepada kami warga yang ditransfer, semoga Rempang Eco City akan maju terus," kata Rohaya.
Berikut adalah harapan serupa yang disampaikan Suriana dan Rapidah. Sementara berada di hunian sementara, BP Batam telah memberikan pelayanan maksimal kepada keluarganya. Proses perpindahan ke hunian baru pun berjalan lancar. "Alhamdulillah, kami sangat senang karena janji pemerintah telah dilaksanakan. Kami sekali lagi terima kasih atas rumah yang telah kami terima sekarang. Semoga pihak yang berwenang juga tetap melihat kami dengan baik ke depannya, dengan memberikan kesempatan kerja bagi anak-anak kami," harap Suriana.
Baik Suriana, Rohaya, dan M Yatin Atan menyetujui agar pembangunan kota Rempang Eco tetap berlangsung. Mereka hanya berharap lingkungan di sana menjadi lebih baik, serta menantikan keadaan ekonomi keluarga dan warga sekitar membaik dan lebih stabil.
No comments:
Post a Comment