Diet Alkitab adalah salah satu program diet yang metodenya barangkali lusuh akan tetapi hasilnya tidak kalah berguna. Sesuai dengan namanya, program ini dilakukan dengan cara berpuasa di waktu tertentu.
Variasinya sederhana, salah satunya adalah puasa selang-seling. Ini berarti, kamu boleh makan selama satu hari, lalu berpuasa pada keesokan harinya.
Selain itu, salah satu pola makan lainnya yang populer adalah menjaga jadwal makan dalam rentang waktu 8 jam sehari. Di luar waktu tersebut, Anda tidak boleh mengonsumsi makanan apa pun, tetapi tetap boleh minum air mineral untuk menjaga kelehernan.
Program diet ini terbukti berhasil untuk menurunkan berat badan karena kita mengkonsumsi kalori yang lebih sedikit. Namun, Anda mungkin akan mengalami beberapa efek sampingan seperti kelelahan dan sakit kepala, sehingga sulit melakukan aktivitas olahraga yang intensitasnya berat.
Mari kita simak informasinya di bawah ini, sahabat.
Aktivitas Fisik yang Cocok untuk Puasa Interval
Apakah Anda tidak faham apa itu intermittent fasting? Intermittent fasting adalah cara mengatur pola makan untuk meningkatkan kebugaran dan menjalani pola hidup sehat. Berikut beberapa olahraga yang dapat dilengkapi dengan pola puasa interval:
1. Jalan kaki cepat- langkah - cepat
"Metode olahraga apa yang menjadi favorit Anda?"
"Aku suka berlari."
Martians and Earthlings unite.
secara umum ada dua jenis latihan olahraga, yaitu aerobik (kardio) dan anaerobik. latihan aerobik merujuk pada olahraga yang dilakukan dalam waktu yang lama, misalnya lari dan bersepeda.
Harus disesuaikan dengan jenis puasa yang dilakukan.
Sampai pukul 8, seseorang masih boleh melakukan latihan aerobik dan anaerobik sebelum menjalankan puasa.
:
1. Lari atau jogging
Saya tidak menemukan teks yang ingin diparagrafkan.
Jika kamu masih pemula, danai rancah itu selama 20-30 menit setiap 2 kali seminggu. Kecepatan berjalan atau berlari haruslah tetap stabil. Jika kamu mengalami kesulitan, coba lakukan variasi dengan menempuh jalan tunduk selama 1 menit setiap kali kamu berjalan 5 menit.
3. Jalan kaki
Membawa otomatis dapat mengurangi risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga depresi.
Untuk mendapatkan manfaat itu, disarankan berjalanlah selama 150 menit per minggu. Kamu juga bisa berjalan selama 30 menit setiap hari, namun lakukan ini selama 5 hari berturut-turut.
3. Lompat tali
Latihan lompat tali dapat meningkatkan keseimbangan dan koordinasi otot tangan dan kaki. Durasi latihan yang direkomendasikan adalah 15-25 menit, dan dilakukan 3-5 kali per minggu
4. Zumba
Zumba termasuk olahraga aerobik yang dapat meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki koordinasi tubuh, mengencangkan seluruh tubuh, dan menurunkan stres. Lakukan latihan ini selama 60 menit dan sebanyak 1-3 kali per minggu.
5 Kesalahan yang Banyak Dilakukan ketika Melakukan diet Intermittent Fasting
Berikut beberapa kesalahan yang sering manusia lakukan saat melakukan diet intermittent fasting:
1. "Membatalkan Asupan adalah untuk menghilangkan nafsu makan" Padahal Asupan sangat penting hingga seharusnya ditanamkan ke dalam pikiran bahwa nafsu makan tidak perlu dihilangkan hanya karena seseorang sedang melakukan fast.
2. Terlalu Fokus pada Kalori yang Dibakar alih-alih Proses Pengelolaan Hormon
Diet pemangkasan kalori sejatinya bukan tujuan inti dari intermittent fasting.
3. Menggantikan Fast dengan Asupan Makanan Cair
Mengganti namun tidak menggantikan dengan makanan yang penuh gizi.
No comments:
Post a Comment