Saturday, 28 December 2024

Objek Wisata Pantai Lampuuk Ditutup Seharian Pada 26 Desember 2024,Ini Penjelasan Imum Mukim


Pantai Lampuuk ditutup secara penuh sepanjang hari pada 26 Desember 2024, ini penjelasan dari pihak setempat.
Objek wisata Pantai Lampuuk sendiri merupakan salah satu destinasi pariwisata terkenal di Aceh.
Beberapa informasi bebas sepertinya menyebutkan pembatasan ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung selama liburan.
Sebelumnya, pihak setempat telah mengumumkan larangan parkir dijlak sekitar Pantai Lampuuk guna menambahkan ruang untuk pengunjung untuk beristirahat.

Objek wisata Pantai Lampuuk, Aceh Besar akan ditutup selama satu hari penuh pada Kamis ke-26 Desember 2024.

Acara penutupan ini diadakan dalam rangka memperingati peristiwa tsunami Aceh yang terjadi 20 tahun yang lalu pada tahun 2004.

, Rabu (25/12/2024).

“Kami menginformasikan pada hari Kamis, 26 Desember 2024, akan ada Doa Bersama di Masjid Rahmatullah Lampuuk. Oleh karena itu, rekreasi di Pantai Lampuuk ditutup satu hari,” katanya.

Pantai Lampuuk sendiri merupakan salah satu wilayah yang selama tsunami 2004 terkena dampak cukup parah.

Banyak warga setempat mengalami kerugian berupa kehilangan anggota keluarga mereka dalam bencana besar tersebut.

Mereka mengadakan doa bersama di Masjid Rahmatullah untuk semua warga Lampuuk, terutama sebagai peringatan untuk mengenang para korban.

Masjid tersebut merupakan satu-satunya bangunan yang kelihatan kokoh saat gempa tsunami melanda daerah tersebut.

Pengelola mengajak para wisatawan untuk memahami keputusan tersebut dan mendukung upaya peringatan yang telah dilakukan.

Pantai Lampuuk dijadwalkan akan dibuka kembali untuk umum pada Jumat, 27 Desember 2024.

Masjid Al-Hikmah di Lampuuk, Muzium atau Hakiki Saat Gempa Besar dan Tsunami Aceh 2004

Masjid Rahmatullah Lampuuk merupakan penjaga bisu dari kehancuran bencana gempa dan tsunami yang menghancurkan Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu.

Gempa bumi yang berkekuatan 9,3 Skala Richter mengguncang Aceh lalu, disusul gelombang tsunami yang menyerang kota Serambi Meski, dengan tinggi gelombang mencapai 30 meter, dan bergerak dengan kecepatan 360 kilometer per jam atau sekitar 100 meter per detik.

Meskipun gempa tsunami sangat hebat, Masjid Rahmattullah masih bertahan berdiri kukuh meskipun berada di dekat bibir pantai dan sekitarnya hancur luluh.

Tidak hanya tentang tsunami saja yang terlihat saat melihat masjid ini, tapi ada cerita luar biasa lainnya tentang bagaimana sejarah berdirinya rumah ibadah di kawasan Lampuuk ini berdiri.

Masjid Rahmatullah tegaknya megah sebagai anugerah dari Allah SWT, dihasilkan dari sarang burung walet.

Masjid Rahmatullah Lampuuk adalah sebuah masjid yang terletak di Kampung Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Masjid yang selanjutnya didikenal dengan sebutan "masjid sarang walet" hanya membutuhkan waktu sebanyak lima tahun untuk dapat selesai dibangun.

Masjid ini dibangun pada tahun 1991 dan sempurna pada tahun 1996.

Sebagian besar dana pembangunan secara hampir 80 persen berasal dari keuntungan hasil jual-beli sarang burung walet.

Hal melakukan diteruskan berdasarkan keinginan dari masyarakat Gampong Lampuuk dan sekilingnya.

Menurut Hamdan, tokoh masyarakat dan mantan imum masjid, awalnya sarang burung walet di bukit setempat menghasilkan panen dalam jumlah yang sangat sedikit, hampir tidak ada.

Ketika tempat itu dikelola oleh panitia masjid di daerah setempat yang merencanakan bagaimana hasil panennya akan digunakan untuk pembangunan masjid, secara tiba-tiba sarang burung walet di sana menjadi sangat melimpah.

Dari yang semula hanya menghasilkan sedikit, setelah idamkan untuk membangun masjid, ternyata bisa menghasilkan hingga 200 kilogram sarang lebah.

Menakjubkan, setelah masjid selesai dibangun setelah lima tahun kemudian, kondisi sarang burung walet ini kembali seperti semula, yakni hampir tak memberikan hasil.

Inilah kisahnya, masjid yang ada di kawasan Gampong Lampuuk bernama Masjid Rahmatullah, karena pembangunannya adalah benar rahmat dari Allah SWT, melalui hasil panen sarang burung walet.

Masjid Rahmatullah adalah satu-satunya bangunan di Lampuuk yang bertahan dari bencana gempa tsunami Aceh besar pada tahun 2004.

Disampaikan oleh Hamdan yang merupakan santun Tokoh Adat Mukim dan salah satu warga Lampuuk yang beruntung selamat dari gempa susulan tsunami, tinggi air pada masa itu hanya menampakkan bagian bu Maharaka dari masjid.

Awalnya, ketinggian gelombang tsunami tersebut menenggelamkan seluruh bangunan masjid, termasuk kubahnya, dan baru-baru saja pecah di bagian depan bangunan.

Saat bangunan lain di sekitar rasanya terkena dampak tsunami, Masjid Rahmatullah hanya mengalami kerusakan ringan.

Hamdan memperkirakan sekitar 32 persen bangunan masjid yang mengalami kerusakan akibat tsunami.

Setelah kecelakaan alam yang dahsyat itu, bangunan yang ada kemudian direnovasi dengan bantuan dana dari Darah Bulan - Bumi Turki.

Yang demikian dimaksudkan untuk ditinggalkan sebagai bagian warisan sejarah bagi generasi mendatang.

Yaitu menara/reliquary di balik masjid yang rusak karena menghadapi gelombang tsunami.

Meski sudah mendapat renovasi, ada beberapa bagian yang tidak mengalami perubahan.

Itu merujuk marmer lantai dan juga plafon mesjid yang tidak diganti, atau dengan kata lain masih menggunakan prinsip desain awal ketika mesjid ini pertama kali dibangun.

Kini, Masjid Rahmatullah menjadi tujuan wisata religi di Aceh yang banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat catatan sejarah bencana gempa dan tsunami 17 tahun silam tersebut.

Gereja yang megah dan cantik ini memiliki struktur warna putih bersih dengan kubah berwarna hitam yang elegan. Ini menjadi saksi bisu adanya tsunami yang pernah datang ke Aceh dan menghantam kawasan itu. Namun, gereja ini masih kokoh berdiri dan masih digunakan aktif oleh masyarakat setempat untuk menyempurnakan ibadah shalat 5 arah, misalnya zuhur, ashar, maghrib, isya, dan subuh.

Mereka mengatakan bahwa Menteri Agama Rizie Mahiddin mengunjungi Balai Makna Deep Wonderland di Lampuuk, Aceh Utara, Sabtu (7/3).

"Ya, itu benar-benar seperti itu," katanya.

Saat itu, Gina Zahrina, salah satu pengunjung masjid, mengungkapkan keinginannya untuk mengetahui bagaimana kondisi masjid saat melalui badai tsunami yang terjadi pada tahun 2004.

Saya datang ke sini karena ingin melihat kondisi masjid Rahmatullah langsung dan ingin melihat bagaimana masjid ini sebelum dan saat terjadinya tsunami karena juga ada museumnya di sini," jelasnya pada Blog Media, (22/10/2024).

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...