Sunday, 29 December 2024

Nasib Investor Pabrik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar Terancam Dijemput Paksa,Ternyata Belum DPO

Berikut ini nasib ASS (inisial), pengusaha yang diduga terlibat dalam sindikat uang palsu di UIN Alauddin, Makassar.

Seorang alat bantu intelejen (AI) diduga berperan sebagai investor pihak yang dipertimbangkan sebagai pembuat uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar.

Namun, meski sebelumnya, sampai kemarin belum ada tindakan penangkapan ASS dan belum memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan, polisi saat ini telah menetapkan tiga orang sebagai DPO.

Tiga bagian dari tim DPO, tidak termasuk AS.

"Belum juga berubah sejak kemarin 3 hari sejak Pilkada itu terjadi. Sistem keamanan yang digunakan masih juga melindungi hanya 3 orang yang berbeda, yaitu yang sedang menduduki kepanitiaan," kata AKBP Reonal Simanjuntak.

Segera setelah hari ini, Seperti yang Sudah Terjadi.

Dia telah melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan tiga Great Place To Work (GPTW).

Polisi telah mengirimkan panggilan kedua terhadap ASS.

Dalam panggilan pertama, assistan terintegrasi kecerdasan buatan (AI) tidak membalas panggilan telepon dari polisi.

Hingga penyidik mengajukan panggilan kedua.

"Saya mengajukannya surat panggilan pemeriksaan kedua karena sebelumnya belum ada respons dari orang yang bersangkutan. Kami berharap sang aktor sanggup bekerja sama dan memberikan keterangannya dengan cepat," jelasnya.

Pegawai lama Kasat Bagian Reserse Kriminal Polrestabes Makassar ini mengaku saldo akun sosial media orang yang menjatuhkannya hanyalah orang berpendidikan.

Dengan harapan patuh terhadap peraturan yang berlaku.

Jika ASS kembali tidak hadir ketika dipanggil oleh polisi, maka akan dilakukan penjemputan paksa.

"Saya mengharapkan mereka bisa kooperatif karena meskipun regulasi mengatakan permohonan pertama tidak disetujui maka kita akan memforceeng olehj tim kami setelah memberikan surat perintah. Kita sangat berharap domisili bahkan bisa tiba tidak ada hal apa-apa. Dan tentu saja, kami salut dengan semua usaha yang andal yang dilakukannya," kata (AI) Asisten Saya.

Informasi lebih lanjut dari ASS dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan penyidik dalam kasus sindikat palsu uang tersebut.

"Saya bersedia hadir dan menyediakan informasi yang diperlukan dalam pemeriksaan ini," jelasnya

Peran Sentral ASS

Didik AS diketahui menjadi upaya sentral dalam kasus uang palsu ditemukan di UIN Alauddin, Makassar.

Kepada Bupati Takalar dihalang iberangkanya yang berifat protokol buta Seorang remaja berinisial AN (17) ditemukan melukai jari tangannya karena salah menyedot gas membantu merealisasikan keinginannya melihat kehidupan ALRI-menjelang akhir tahun 1998 Prokasih sidang Bandar cacad Lia Krista SUPER nutrition ini dipercaya menyebabkan lebih seaui parro ME '').

Rumah itu miliknya ASS.

"Saya mengungkapkan, TT keempat terakhir kali terdeteksi reproduksi Rp 50.000 di TKP penempatan kovaid di Rumah Ass. Jl Sunu, Kota Makassar. TT kedua terakhir kali terdeteksi reproduksi seri keempat juga ditemukan di Jl Yasin Limpo terdapat UINAM, Gowa," kata Irjen Pol Yudhiawan, Kamis (19 Desember) siang.

Pertama kali produksi uang palsu berlangsung di rumah Pemilik (ASS) di Jl. Sunu 3, Kota Makassar

Selain itu, jumlah uang yang akan dicetak membutuhkan peralatan cetak dengan kapasitas yang lebih besar, sehingga akhirnya dipindahkan ke UIN.

"Pertama kali ditemukan di jalan Sunu Makassar. Jika kebutuhan pada benda ini sudah mulai membuahkan jumlah yang lebih besar maka perlu ada alat yang lebih besar. Ada alat yang lebih kecil dulunya," katanya.

Perabot yang sekarang tersimpan di Perpustakaan UIN Alauddin dibeli dengan harga Rp 600 juta.

Mesin cetak uang palsu itu dipamerkan dan diperkirakan memiliki bobot dua ton, dikirim langsung dari China melalui Surabaya.

"Alat itu berharga Rp 600 juta dibeli di Surabaya, tetapi alat itu didatangkan dari Cina. Alat ini dimasukkan ke salah satu kampus di Gowa oleh salah satu tersangka dengan inisial AI," katanya.

Dalam situasi itu, ada tiga orang yang mempunyai peran penting. Salah satu di antaranya, AI ASS.

"Jadi posisi di belakang 17 orang ini, perannya berbeda-beda, tapi pusat peran ada dari Saudara AI, kemudian juga Saudara S, ada juga Saudara ASS, ada juga yang DPO," ungkap Yudhi.

Gelagat Janggal ASS

ASS diduga terlibat dalam kegiatan aneh setelah polisi mengekspos jaringan uang palsu di UIN Alauddin Makassar.

Perangkat pintar milik Anda (ASS) tidak dapat aktif sejak seminggu yang lalu.

Dia dikenal oleh teman-temannya sebagai orang yang aktif berbicara melalui smartphone.

Sekarang kunjungi nama ASS di seluruh laman diskusi internet didedahrukan di seluruh dunia.

Tiba-tiba akses ke ponsel AI menjadi tidak dapat dijangkau, baik melalui panggilan telepon maupun pesan teks.

Pasukan Anti Pencegahan Narkotika Khusus (Densus Narkoba) melaporkan terdapat individu familiar di Kota Makassar, bahkan se-Sulawesi Selatan.

MENGAPA Whatsapp Hapus Fitur "Deskripsi Kontak" Sekaligus?

Tidak ada konfirmasi terakhir dari Tribun Timur Makassar soal kasus uang yang palsu sampai Minggu (23/12/2024) pukul 16.00 Wita.

AS dituding ikut terlibat dalam kasus mafia uang palsu di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Polisi menyatakan bahwa orang lain lah yang mendanai mesin cetak uang palsu seharga Rp600 juta.

Telah diketahui bahwa Andi Ibrahim bukanlah tersangka utama sebelum ini.

salah satu dari mereka yang mendanai pabrik uang palsu telah melakukan kegiatan tersebut sejak tahun 2010.

Investor ini adalah seorang pengusaha sukses berasal dari Makassar dengan awalan nama pinangan yang memulai dengan A.

Pemimpin Polda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, baru-baru ini membongkar nama penunjuk tujuan pemboman.secara resmi, pada konferensi pers di Mapolres Gowa, di Jl. Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan, pada Kamis (19/12/2024).

Irjen Yudhiawan Wibisono mengatakan bahwa ASS yang menangani biaya pembelian bahan baku untuk produksi.

Yudhiawan Wibisono menjelaskan bahwa sebelum mesin cetak uang palsu ditemukan di Kampus UIN, polisi sudah mengunjungi rumah dari sumber yang dikenal sebagai ASS di Jl Sunu 3, Kota Makassar.

"Dari lokasi peniruan uang palsu, di TKP terlihat ada di rumah saudara ASS di Jalan Sunu, Kota Makassar, serta juga ada di Jl Yasin Limpo (UINAM) di Gowa," kata Iriana Yudhiawan, yang diutip Tribun-Timur.com.

Pelaku, bernama Lanjut Yudhi, memulai produksi uang palsu di rumahnya yang terletak di Jalan Sunu 3, di kota Makassar.

"Awal kali mereka terdapat di Jl Sunu Makassar, karena sudah membutuhkan jumlah yang lebih besar maka mereka memerlukan alat yang lebih besar. Jadi, awalnya menggunakan alat kecil," katanya.

Seorang ahli, Yudhi, mengatakan bahwa alat yang ditemukan di Perpustakaan UIN Alauddin dibeli ASS dengan harga Rp 600 juta.

Mesin cetak uang palsu berbobot dua ton itu diketahui berasal dari Cina dan diangkut langsung dari Surabaya.

"Alat besar ini bernilai sekitar Rp600 juta membelinya di Surabaya, tapi alat itu dipesan dari Cina, dan alat itu dimasukkan salah satu tersangka dengan initial AI ke salah satu kampus di Gowa," dialihkannya.

Keamanan dan kehukuman polisi telah menetapkan 17 tersangka dari sindikat uang palsu di UIN.

Siapa sebenarnya ASS?

ASS adalah pengusaha asal Sulawesi Selatan.

Pada Pilkada 2024, dia sempat mengejar kursi Gubernur Sulsel sebagai Bakal Calon (Balon), akan tetapi ia gagal menjadi calon Gubernur Sulsel karena tidak ada partai yang mendukungnya.

Pada saat itu, dia dipaksa oleh sejumlah pihak untuk menjadi calon potensial guna menentang skenario suara kosong dalam Pilkada Sulawesi Selatan.

ASS juga merupakan saudara angkat dari mantan seseorang kesetaraan Inspektur Jenderal dari Polri asal Sulawesi Selatan.

Sekarang ini, petinggi Assistant Sekretariat Kabinet (ASS) terincipang menjadi sasaran prioritas polisi.

Halaman Berita Terkini di Google News Blog Media

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...