Nasi, sebagai makanan pokok di Indonesia dan banyak negara Asia lainnya, biasanya dikonsumsi dalam keadaan hangat atau yang baru dimasak.
Sebagian besar hidangan khas Indonesia dilengkapi dengan nasi sebagai pendamping utama. Namun, belakangan ini terdapat tren untuk mengonsumsi nasi dalam keadaan yang telah dingin.
Tren ini menarik perhatian karena dikatakan bahwa nasi dingin memiliki manfaat kesehatan tambahan dan memiliki kandungan kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi panas.
Dalam hal konsumsi nasi, apakah penting untuk mengetahui perbedaan antara nasi yang sudah dingin dan nasi yang masih panas?
Antara keduanya, siapa yang lebih sehat?
Nasi Panas vs Nasi Dingin
Nasi panas adalah nasi yang disajikan segera setelah dimasak, biasanya memiliki tekstur dingin di bagian atasnya karena disiram dengan berbagai kuah atau bumbu. Nasi panas sering dijumpai di restoran atau cafe makanan cepat saji.
Nasi panas memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
1. Rasa yang lezat dan wangi
2. Tekstur yang lembut dan empuk
3. Mudah disantap dengan berbagai bumbu dan kuah
Nasi dingin adalah nasi yang disimpan di dalam kulkas atau lemari es setelah dimasak, sehingga suhu nasi menurun secara bertahap. Nasi dingin biasanya memiliki rasa yang khas dan lembut, dan sering digunakan sebagai bahan dasar berbagai hidangan makanan.
Nasi dingin memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
1. Mudah disimpan dan disimpan
2. Rasa yang khas dan lezat
3. Bisa digunakan sebagai bahan dasar berbagai hidangan
Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, mengonfirmasi pada 27 Oktober 2024, bahwa nasi panas dan nasi dingin memiliki perbedaan penting, terutama dalam hal kandungan karbohidrat yang dapat dicerna oleh tubuh.
Selain itu, nasi dingin yang dimaksud adalah nasi yang sengaja disimpan dalam kulkas.
Kulkas adalah suatu peralatan elektronik yang digunakan untuk mendinginkan bahan makanan serta minuman agar tetap suhunya stabil dan segar.
.
Hal ini selaras dengan temuan penelitian kecil yang dilakukan oleh seorang peneliti asal Polandia dari Universitas Poznan Undergraduate of Medicine dan diterbitkan di Nutrition dan Diabetes pada tanggal 16 April 2022
Studi yang melibatkan 32 pasien diabetes tipe 1 itu membandingkan kadar gula darah setelah partisipan mengonsumsi 46 gram nasi hangat dan 46 gram nasi dingin apa lagi yang telah disimpan di kulkas selama 24 jam.
Peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi nasi dingin memiliki kadar gula darah yang lebih stabil.
Selain itu, peningkatan lonjakan kadar gula darah lebih rendah dan waktu lonjakan kadar gula darah pun lebih singkat dibandingkan mereka yang mengonsumsi nasi panas.
Hal ini disebabkan karena nasi dingin mengandung lebih banyak pati tampak dan dapat dicerna dan diserap tubuh lebih sedikit daripada nasi panas.
Pati resisten dinilai dicerna lebih lambat sehingga membantu menyeimbangkan kadar karbohidrat lain untuk mengatur kadar gula darah, hampir identik dengan serat.
"Nasi yang disimpan dalam suhu rendah ternyata membentuk pati yang mengalami pengerjaan pencernaan yang cukup lama, sehingga indeks glikemiknya sangat rendah, baik untuk orang sehat maupun bagi mereka yang menderita diabetes," kata Toto.
Konsumsi nasi dingin juga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama," menambahkan dia. "Maka, sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Terjadinya hal tersebut dikarenakan pati sulit dicerna, sehingga sedikit karbohidrat yang diserap tubuh oleh badan, sehingga tidak menyebabkan obesitas.
Di sisi lain, nasi dingin memiliki kandungan serat yang lebih tinggi daripada nasi panas, sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Untuk mendapatkan nasi dingin, Anda bisa menyimpan nasi yang baru dimasak dalam dispenser es atau lemari es selama paling lama 1 hari.
Nasi dingin rendah kalori
Penelitian yang dilakukan di Sri Lanka pada tahun 2015 menemukan bahwa nasi dingin memiliki kalori yang lebih rendah daripada nasi yang masih panas.
Penelitian tersebut dilakukan dengan mengujikan 38 varietas padi untuk menemukan cara yang efektif meningkatkan kandungan pati tahan terhadap dari dalam nasi.
Dengan menggunakan metode tersebut, cara terbaik untuk membuat pati resisten adalah dengan merebus nasi selama 40 menit dan menambahkan minyak kelapa.
Simpan nasi menurut suhu di lemari es selama 12 jam agar menjadi dingin.
.
Ia juga menjelaskan bahwa menghangatkan kembali nasi yang sudah dingin tidak akan menyebabkan peningkatan kadar pati resisten.
Sarah Coe mengatakan bahwa memanaskan kembali makanan yang sudah dimakan bisa membahayakan karena beberapa jenis bakteri bisa berkembang biak.
Ini dapat menyebabkan risiko jika nasi dibiarkan menyejukan dalam suhu ruangan.
Jadi, cara terbaik untuk mengumpulkan panas dari nasi adalah dengan memasukkan makanan ke dalam kulkas atau lemari es.
Manfaat makan nasi dingin
Nasi dingin yang disimpan dengan cara yang tepat bisa dikonsumsi dengan aman dan menawarkan banyak manfaat bagi tubuh.
Rice yang dinginkan ("cold rice") dapat meninggalkan kesehatan usus, menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, serta mengandung pati resisten dengan kadar yang cukup tinggi pula.
Untuk mengalami manfaat tersebut, pastikan untuk mendinginkan nasi selama satu jam setelah dimasak, lalu letakkan di dalam kulkas sekitar satu hari sebelum dikonsumsi.
)
BACA BERITA LAINNYA
No comments:
Post a Comment