Sunday, 29 December 2024

Kunjungi Gili Trawangan, Wisatawan Asal Bekasi: kayak Bukan di Indonesia, Banyak Banget Bulenya

Seorang wanita bernama Maya sedang bersantai duduk sambil menikmati keindahan pemandangan pantai di Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu, tanggal 25 Desember 2024.

Cuaca hanya sedikit mendung pada pagi itu, dan angin yang kadang-kadang bertiup menambah kesan suhu lebih dingin.

Maya berwisata ke Lombok bersama kelompok teman yang berjumlah sekitar 50 orang dari Jakarta menggunakan bus.

Baca Juga:

Pada tanggal 21 Desember Sabtu malam, Maya dan rombongan menghabiskan sekitar 30 jam untuk perjalanan bus.

Setiba di Lombok, pemandu membawa Maya dan rombongan keberangkatan untuk mengunjungi destinasi pariwisata di seantero Lombok, seperti Sirkuit Mandalika di bagian selatan pulau, hingga Sembalun di kaki Gunung Rinjani di bagian utara.

”Kita akan jalan-jalan, berkeliling ke Mandalika, kemudian ke Lombok Timur juga, termasuk kaki Rinjani,” kata Maya.

Di Lombok Utara, Maya dan rombongan mengunjungi pulau cantik Gili Trawangan.

.

Baca Juga:

"Benar-benar terasa bahaya sementara saya melintas jalan itu juga tadi," kata wanita berusia 65 tahun asal Bekasi itu sambil mengacu pada gelombang perairan Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air tersebut.

Saya ingin memberitahu Anda, selama empat hari terakhir, kelebihan air laut di Selat Lombok, termasuk di daerah Tiga Gili, sangat tinggi sehingga menyebabkan sebagian penumpang kapal mabuk.

Setelah tiba di Gili Trawangan, Maya dan beberapa temannya mengendarai cidomo dari sebuah tempat ke tempat lain, karena di pulau kecil seluas 340 hektare itu, cidomo merupakan salah satu transportasi umum yang digunakan.

Sekelompok rekan-rekannya memilih berkeliling menenangkan diri dengan berjalan kaki atau menyewa sepeda.

.

Dia mengarahkan perhatiannya ke arah pohon-pohon yang teduh di sekitar tempat duduknya. “Bayangkan betapapun rindangnya pohon-pohon ini," ujarnya.

Cuaca di Gili Trawangan biasanya panas sepanjang tahun, kecuali di musim hujan ketika desa itu menjadi lembap.

“Kuharap begitu, karena biasanya itu adalah pilihan saya selama musim berenang.”

Maya juga mengatakan bahwa ia telah membaca beberapa informasi tentang Gili Trawangan sebelum mengunjungi pulau tersebut, termasuk sejarahnya.

Termasuk juga pendatang asal Suku Bugis dari Sulawesi Selatan yang möndapatkan landas dekat Gili Tiga sampai menjadikan sebagian besar penduduk Gili Trawangan sebagai umat Islam.

Baca Juga:

Maya juga berkomentar anehnya banyaknya wisatawan luar negeri di Gili Trawangan.

Ia mengatakan, 'Wah, liburan di sini kayak Australia aja ya, banyak sekali orang asing berjalan-jalan di sekitarnya.'

Maya mengaku kagum akan keajaiban alam Lombok setelah mengunjungi pulau ini.

“Keindahan alam di Indonesia sangat luar biasa, memang sangat indah itu," Tutupnya.

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...