Saturday, 28 December 2024

Kenapa Natal Identik dengan Pohon Cemara? Ini Asal-usulnya

Blog Media, JAKARTA - Memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, yang jatuh setiap tanggal 25 Desember, sendiri menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh umat Kristen di seluruh dunia. Perayaan tersebut diperingati dengan penuh kegembiraan dan dihiasi gelar dekorasi yang semerbak, tak terkecuali pohon pinus.

Umumnya, pohon Natal dapat ditemukan di rumah, ruang publik hingga tempat wisata. Maka, mengapa dinilai Natal mengandung pohon cemara? Ini adalah penjelasannya.


Terjemahan:
Pohon kapal kurva memiliki hubungan erat dengan tradisinya yang mendalam dengan hari libur Natal, yang lazimnya disebut "Pohon Natal" atau "Pohon Krismas". Tradisi menghias kerucut kapal dan menempelkannya di dinding atau atap rumah berasal dari Jerman, menurutnya, di mana pohon cemara biasanya muncul di lanskap Norddeutschland (Eropa Utara). Kerucut kapal biasanya digunakan oleh pria untuk membawa cawan minum, dan istilah keluarga yang diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Inggris sebagai "Yule-Log”.

Melansir Britannica Tradisinya meletakkan pohon Natal diyakini berasal dari Jerman sejak tahun 723. Urutan acara perayaan mulanya terjadi ketika misionaris Inggris St. Bonifasius bertemu dengan orang-orang pagan yang sedang bersiap untuk menawarkan korban kepada dewa Thor (Donar) di bawah pohon ek. Beliau lalu memotong pohon itu, namun tidak kami terpikirkan, sebuah pohon cemara justru tumbuh di lokasi pohon ek yang dipotong.

Terkecuali kebenaran kepercayaan itu, pohon cemara kemudian dijadikan bagian dalam perayaan agama Kristen di Jerman. Hingga pada Abad Pertengahan tiba, jenis tanaman yang disebut "pohon surga" tersebut mulai muncul. Yang bertujuan melambangkan Taman Eden, pohon cemara digantungi apel dan dipajang di rumah-rumah saat hari libur keagamaan Adam dan Hawa pada 24 Desember.

Martin Luther dikatakan telah menyalakan lilin yang menyala di pohon kinara pada abad ke-16. Akhirnya, pohon tersebut berkembang menjadi pohon Natal. Pada abad ke-19, pohon Natal sudah menjadi tradisi yang terus berlanjut di Jerman.

Pada akhirnya, ketika orang-orang Jerman berpindah ke negara lain, terutama Inggris, istrunya Raja George III, Charlotte, mulai mendekorasi pohon untuk perayaan Natal pada tahun 1790-an. Namun, putra pangeran kelahiran Jerman, Francis Albert Augustus Charles Emmanuel dan istrinya, Ratu Victoria dari Inggris, yang melebarkan cita-cita pohon Natal di kalangan masyarakat Inggris.

Pada tahun 1848, sebuah gambar koran di London menampilkan ilustrasi keluarga yang berfoto di sekeliling pohon cemara yang dilumuri. Pemandangan pohon Natal kemudian populer di kalangan orang-orang Inggris.

Pohon Natal Pelapis Cedrus

Di Amerika Serikat dan Eropa, sejumlah spesies pohon Natal populer termasuk pinus putih, pinus Skotlandia, pinus Virginia, dan cemara. Selain itu, juga ada cemara balsam, cemara Fraser, cemara mulia, cemara putih, cemara Norwegia, cemara biru, serta cemara pada umumnya.

Tradisi meletakkan pohon Natal yang ada di seluruh dunia ternyata berdampak negatif pada hutan, terutama di Jerman. Hal ini menyebabkan orang Jerman mulai membuat pohon bulu angsa buatan pada decade 1880-an. Pada decade 1930-an, perusahaan pembuat sikat toilet diduga menggunakan sisa bahan untuk membuat pohon Natal palsu.

Pohon cemara buatan semakin populer, mulai dari rambut sintetis, aluminium, hingga plastik. Menurut data dari Asosiasi Pohon Natal Amerika, sekitar 84 persen pohon Natal yang dipajang di rumah-rumah di Amerika Serikat pada 2021 adalah buatan sintetis, sedangkan sisanya, yaitu 16 persen, terdiri dari pohon cemara asli.

Makna Hiasan Pohon Natal

Melansir Artisan Ornaments, Pohon pinus yang menjadi simbol hiasan Natal membawa makna yang mendalam. Daun-daun hijau yang tetap cerah di setiap musim menggambarkan kekuatan kehidupan yang selalu kembali, vitalitas, dan rasa gelisah untuk musim semi yang akan tiba.

Lampu-lampu di atas pohon cemara menyimbolkan kemampuan Kristus untuk mengusir kegelapan dan dosa. Rantai dan bunga yang melilit pohon menggambarkan perasaan kekerabatan. Simbol malaikat yang diukir di atas pohon melambangkan pengawasan rumah dan mengajak kita merasa peduli dan kasih sayang.

Elemen ornaments lonceng di pohon Natal, yang menghasilkan suara lembut, sering menggambarkan pembawa kabar baik dan berita gembira akan kelahiran Yesus Kristus. Gagasan tentang buah apel yang berwarna merah sering dihubungkan dengan kandungan pengetahuan, kasih sayang, dan simbol adaptabilitas serta ke HEALTH. Di atas pohon Natal, bintang muncul dengan motif Bintang Betlehem, memberikan simbol harapan, bimblingan transluminous dalam situasi yang gelap.

Pilihan editor:

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...