Media sosial sedang heboh dengan berita tentang sindikat peredaran uang palsu yang ada di kampus UIN Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Temuan itulah yang membuat masyarakat gelisah, karena uang palsu yang ditemukan kelihatannya sangat mirip dengan uang rupiah asli.
Menjawab hal tersebut, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengatakan, untuk melindungi masyarakat dari upaya penipuan uang, bank sentral terus meningkatkan unsur keamanan keaslian uang.
"Dengan memperhatikan, menerapkan, serta mengadopsi teknologi terkini," katanya, dalam keterangannya, sebagaimana dilaporkan dalam Rabu (15/01/2023).
Saat itu, dia berkata, BI melalui program Cinta, Bangga, Paham (CBP) rupiah, merekomendasikan masyarakat untuk dididik untuk mengenali uang rupiah aslilah dengan kertas.
Salah satu cara yang sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode Dilihat, Diraba, Diterawang atau 3D, bahkan dengan menggunakan alat penunjang sederhana seperti lampu UV dan pembesar kaca.
Baca juga:
Berikut adalah cara untuk mengetahui keaslian uang rupiah dengan metode 3D:
Terlihat adanya benang pengaman yang menyerupai benang dianyam. Ia akan berubah warna ketika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
- Diraba, hasil cetak akan terasa kasar pada gambar pahlawan, Garuda, dan angka nominal, serta pada kode tunawisma (kode untuk orang buta) berupa garis-garis di sisi kanan dan kiri uang.
Terdapat tanda air berupa gambar pahlawan dan Electrotype pada pilihan moneter secara berbeda yaitu Uang Rp 100.000 dan Rp 50.000. Pecahan moneter berseri ini juga menampilkan gambar logo Bl pada saling isi yang dapat dilihat secara utuh ketika diterawangkan terhadap cahaya.
Baca juga:
Jika masyarakat menemukan tanda-tanda palsu di uang rupiah, Marlison mengatakan, masyarakat dapat mengunjungi kantor Bank Indonesia terdekat untuk memverifikasi keaslian uang rupiah.
"Selanjutnya, setelah menemukan dugaan tanda bukti palsu uang Rupiah, terdapat Badan Analisis Palsu Uang (Counterfeit Analysis Center) Bl ini, yaitu pusat analisis dan tim ahli yang mampu membantu klarifikasi uang yang diragukan keshahihannya untuk mendukung penyelidikan Kejaksaan Agung," ujar Marlison.
No comments:
Post a Comment