Ketiga harimau yang muncul di Desa Sarosah, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, mendekati manusia dan mengikuti sampai di batas kampung.
Begitulah keterangan Kepala Resor Konservasi Wilayah I Panti BKSDA Sumbar, Ade Putra, di Lubuk Basung, Rabu (25/12/2019), mengenai serangan harimau Sumatera, "Harimau Sumatera mendekati manusia dan mengikuti 40 warga sampai ke pemukiman saat melakukan perampokan melawan sebuah keluarga dengan tiga orang yang berada di kebun, Sabtu (21/12/2019)."
Dia mengatakan bahwa keluarga itu adalah Angga (31), Istri Rosa (30), dan bayi beberapa bulan berusia mereka berada di kebun mereka, Sabtu (21/12) sore.
Tiba-tiba, muncul seekor harimau yang merupakan satwa dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungannya.
"Satu keluarga itu berlindung di gudang hasil kebun mereka sementara menelepon pamannya via ponsel," katanya.
Ia menambahkan bahwa Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA) Sumbar telah mengutus tim untuk melakukan verifikasi lapangan terkait munculan harimau itu, Minggu (22/12).
Teknik verifikasi lapangan dilakukan bersama Centre for Orangutan Protection (COP), Bupati di wilayah Cubadak Timur beserta stafnya, Kanit Intelkam Polsek Duo Koto, dan penduduk setempat.
"Kami mencari tempat kelahiran hewan dan menemukan jejak kakinya. Kami juga memantau hewan dengan drone, tapi tidak menemukannya," katanya.
Minta para warga untuk berlimit lebih dari dua orang pergi ke kebun dan beraktivitas pada jam 09.00-16.00 WIB.
"Saya telah menyampaikan hal ini kepada warga setelah melakukan penjaringan data lapangan," katanya.
Ismail Lubis menambahkan bahwa delegasinya langsung menuju ke lokasi kebun setelah menerima informasi tentang adanya harimau Sumatera dari kemasyhuranannya.
"Saya menuju tempat tersebut bersama tiga penghuni lainnya menggunakan lampu dan tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB. Di tempat itu saya mencoba untuk melihat hewan dengan cahaya dan hewan masih berada di tempat itu," kata dia.
Kemudian, muncullah kelompok warga yang datang untuk membantu melakukan evakuasi keluarganya ke rumah.
Saat proses evakuasi, harimau mengikuti hingga ke perbatasan perkampungan dan kemudian kembali ke lingkungannya asli.
Kepala Nagari Cubadak Timur Yelfi menyatakan bahwa warga telah menyaksikan burung tab\Migrations Munispis burung merah yang jarang dijumpai di nagari mereka sekitar empat bulan lalu pula.
Satwa yang tergcil membahayakan ternak warga dengan mengkonsumsi anjing milik penduduk.BKSDA Sumbar dan Kestur di lapangan memasang kameraондelop.
"Empat bulan yang lalu hewan itu muncul dan menggigit seekor anjing milik seorang penghuni kawasan itu," katanya.
No comments:
Post a Comment