Sunday, 29 December 2024

Cerita Diet Hasan, Berhasil Turun Berat Badan 16 Kg dengan Metode Diet SMART

- Mengurangi berat badan terkadang terasa sulit bagi banyak orang. Namun, ada juga beberapa orang yang sukses menjalaninya, seperti contoh seorang pria berusia 27 tahun bernama Hasan Ibrahim yang berhasil menghilangkan kelebihan badan akibat kelebihan berat badan.

Motivasi Hasan Ibrahim untuk memulai diet awalnya mengacu pada keinginannya untuk meningkatkan kepercayaan diri terhadap tubuhnya, mengingat berat badannya telah mencapai 92 kilogram.

Akan tetapi, selama perjalanan tersebut, motivasinya berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar dan berguna. Hasan berharap memiliki keturunan yang hebat selama suatu waktu, sehingga ia lebih termotivasi untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

, belum lama ini.

Baca juga:

Setelah menikah, Hasan tidak hanya mempertahankan konsistensi dalam berolahraganya sendiri, tapi juga mengajak istrinya untuk bergabung.

Bagi dia, menjaga kebugaran tubuhnya adalah bentuk kebijakan investasi berjangka panjang, baik bagi dirinya sendiri maupun keluarganya.

Metode SMART Diet

(Sebutan puasa yang baru digunakan) dari 16 jam puasa dan 8 jam jendela makan.

"Saya tidak punya masalah maag, jadi saya tidak perlu mengikuti sarapan," cicaunya dengan mengingat aturan IF yang memerintahkan untuk melupakan sarapan.

Hasan juga menerapkan konsep SMART dalam dietnya. Konsep SMART adalah struktur kerja yang digunakan untuk menetapkan tujuan dengan tujuan yang jelas, spesifik, dapat diukur.

Berikut adalah strategi sistem yang efektif dalam mengatasi kelebihan berat badan atau masalah obesitas:

Baca juga:

Setelah mencapai jangka waktu tiga bulan seperti yang telah ditentukan, ia akan menghentikan proses diet dan beristirahat sebelum melanjutkan kembali proses yang sama.

Hal ini membuatnya tidak merasa terbebani dengan ekspektasi untuk menurunkan belasan kilogram dalam sekali kali diet.

Ia merasa lebih nyaman dengan kemurungan yang lebih terukur dan merasakan kebahagiaan dengan pilihan perjalanan yang sama.

"Metode SMART ini membantu saya mengetahui kekurangan dan kemantapan saya," kata Hasan.

Rutin Berolahraga

Hasan melakukan olahraga rutin dengan lari dengan menggunakan beban berupa tubuhnya sendiri.

menjadi rutinitasnya.

Baca juga:

Sekarang, latihlah Duncan.

Ia juga berinvestasi dengan membeli peralatan olahraga untuk mendukung kesehatannya di rumah.

Terus seiring jalan waktu tahu sudah bagaimana mengatur jadwal latihannya, apa saja yang harus dilakukan secara berulang, berapa seri penyetingannya. Hanya dibawah evaluasi.

Menjaga Pola Makan

Berturut-turut, dalam hal konsumsi makanan, Hasan terfokus pada prinsip beragrasi lingkungan. Ia mengonsumsi makanan yang tinggi protein, seimbang dalam gizi, mudah disiapkan, dan disukai. Hasan menghindari memberi konsumsi snack, kecuali sebagai pengecualian es krim.

Ia memastikan kebutuhan protein nilai gizi dengan mengonsumsi 1,5 gram protein per kilogram berat badannya.

Baca juga:

Hasil Diet

Dalam waktu 12 bulan, Hasan mengalami penurunan berat badan sebesar 16 kilogram. Tapi, lebih dari itu, dia juga merasakan perubahan besar dalam hidupnya.

Dia sekarang memiliki tubuh yang lebih sehat dan bugar, tidak lagi menderita obesitas. Dia merasa lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih seimbang dan produktif.

Baju-baju jadul yang awalnya tidak muat kini sudah bisa dipakai kembali, sehingga Hasan tidak perlu banyak repot-repot membeli baju baru.

Dia merasa lebih percaya diri memakai pakaian sederhana setelah memiliki bentuk tubuh yang lebih sempurna. Dengan itu, Hasan juga menikmati berolahraga memasak makanan yang sehat, lezat dan bergizi.

Dalam perjalanan dietnya, Hasan menunjukkanlah bahwa konsistensi, komitmen, dan pendekatan yang tepatlah yang dapat menimbulkan perubahan positif yang berkelanjutan.

Baginya, ini tidak hanya tentang diet, tetapi tentang menjalani gaya hidup yang lebih seimbang, bahagia, dan bermakna.

No comments:

Post a Comment

8 Tips Percaya Lagi dengan Pasangan yang Pernah Berbohong, Bangun Kembali Hubungan

Tentu tidak mudah bagi ibu untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun begitu, hal itu tidak berarti tidak dapat dilakukan. ? ...