Ia menjelaskan aktivitas fisik bisa bermanfaat untuk kesehatan jantung serta mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah yang menjadi penyebab gejala stroke muncul.
"Aktivitas fisik ini sangat baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah," ujarnya pada diskusi daring Jumat, 25 Oktober.
Aktivitas fisik aerobik seperti berlari, bersepeda, atau berenang yang dilakukan secara berulang. Untuk aktivitas aerobik dengan intensitas sedang, disarankan melakukan selama 150-300 menit setiap minggu. Sedangkan untuk intensitas berat, disarankan melakukan selama 75-150 menit setiap minggu.
"Bisa anda lakukan sebanyak lima kali dalam satu minggu, supaya per perjalanan 30 menit," ujarnya.
Perbanyak gerak
Kedua jenis latihan ini adalah untuk memperkuat otot-otot tubuh, terutama untuk otot besar, dan harus dilakukan 2-3 kali seminggu. Contoh kegiatan kebugaran yang efektif untuk melatih otot termasuk olahraga di pusat kebugaran, pilates, dan yoga.
Terakhir, ia menekankan pentingnya mengatur gaya hidup statistik sedentari, yang umumnya terjadi pada pekerja kantor, dengan mengurangi masa duduk saat bekerja.
"Selanjutnya, tingkatkan laju langkah. Tekanan dari penelitian menyebutkan bahwa berlama-lama sejauh lebih dari 5.000 langkah per hari dinilai sangat baik terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Apalagi jika bisa melebihi 7.500 langkah per hari, itu melibatkan pengurangan kemungkinan kematian," sebut Elina.
Sebelumnya, seorang ahli dari Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni), Dodik Tugasworo, mengatakan bahwa gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang olahraga hingga pola makan yang tinggi lemak dan gula merupakan faktor risiko stroke di usia muda. Ia mengusulkan pembatasan slogan 3O + 1D, yaitu 30 menit olahraga setiap hari, olah seni atau melakukan hobi yang menyenangkan, olah jiwa dengan mendekatkan diri pada Tuhan, dan tidak berbicara terburu-buru, serta diet seimbang dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
Pilihan Editor:
No comments:
Post a Comment